Fokus Transformasi, Bukopin Andalkan Sektor UMKM
Senin, 25 Januari 2021 - 20:43 WIB
Menurut Rivan, sejak KB Kookmin masuk, nasabah asal Korea yang bergabung di Bukopin terus meningkat. Dana simpanan dari nasabah asal Korea ini bertambah lebih dari Rp1,6 triliun dalam dua bulan terakhir. Banyaknya nasabah Korea Selatan yang bergabung dengan Bukopin menjadi salah satu bukti tingginya kepercayaan dan kredibilitas KB Kookmin Bank di pasar keuangan global, khususnya di Korea.
“Ini juga bagian dari strategi Bukopin dalam melakukan diferensiasi funding sebagai salah satu fokus transformasi bisnis perusahaan,” jelas mantan Direktur Keuangan PT KAI ini.
Rivan mengungkapkan ada beberapa strategi yang akan dilakukan perseroan baik sisi financial, brand image dan strategi bisnis kedepan. Pertama, manajemen akan memperbaiki kualitas aset. Perseroan akan menambah unit khusus untuk pengelolaan aset dan kredit berisiko. Kedua, Kookmin akan menempatkan beberapa eksekutif tambahan dari KB Kookmin untuk mempercepat proses koreksi. Dan ketiga, membentuk team khusus untuk menangani ketidakpastian pasar.
Sedangkan untuk brand image, lanjut Rivan, sesuai dengan amanah pemegang saham pada RUPSLB tanggal 22 Desember 2020 yang telah menyetujui pergantian nama dan logo Bank Bukopin menjadi KB Bukopin. Maka, dalam beberapa bulan kedepan akan segera direalisasikan berdasarkan persetujuan dari regulator.
“Kami harap melalui rebranding ini KB Bukopin juga akan menjalankan sejumlah strategi. Salah satunya ialah KB Bukopin akan selektif pada segmen yang paling relevan, terutama komunitas ekonomi, ritel, UMKM, serta Korean-Indonesia,’ jelas Rivan.
Ketika disinggung soal digital Bank, Rivan menegaskan hal tersebut menjadi concern Bukopin dan Kookmin Bank. Dukungan KB Kookmin menjadikan perseroan mampu menyesuaikan produk perbankan dengan kebutuhan pasar agar dapat terus bersaing.
“Ini juga bagian dari strategi Bukopin dalam melakukan diferensiasi funding sebagai salah satu fokus transformasi bisnis perusahaan,” jelas mantan Direktur Keuangan PT KAI ini.
Rivan mengungkapkan ada beberapa strategi yang akan dilakukan perseroan baik sisi financial, brand image dan strategi bisnis kedepan. Pertama, manajemen akan memperbaiki kualitas aset. Perseroan akan menambah unit khusus untuk pengelolaan aset dan kredit berisiko. Kedua, Kookmin akan menempatkan beberapa eksekutif tambahan dari KB Kookmin untuk mempercepat proses koreksi. Dan ketiga, membentuk team khusus untuk menangani ketidakpastian pasar.
Sedangkan untuk brand image, lanjut Rivan, sesuai dengan amanah pemegang saham pada RUPSLB tanggal 22 Desember 2020 yang telah menyetujui pergantian nama dan logo Bank Bukopin menjadi KB Bukopin. Maka, dalam beberapa bulan kedepan akan segera direalisasikan berdasarkan persetujuan dari regulator.
“Kami harap melalui rebranding ini KB Bukopin juga akan menjalankan sejumlah strategi. Salah satunya ialah KB Bukopin akan selektif pada segmen yang paling relevan, terutama komunitas ekonomi, ritel, UMKM, serta Korean-Indonesia,’ jelas Rivan.
Ketika disinggung soal digital Bank, Rivan menegaskan hal tersebut menjadi concern Bukopin dan Kookmin Bank. Dukungan KB Kookmin menjadikan perseroan mampu menyesuaikan produk perbankan dengan kebutuhan pasar agar dapat terus bersaing.
Lihat Juga :