Indonesia Sudah Mengalami Gejala Deindustrialisasi

Senin, 25 Januari 2021 - 22:35 WIB
Sebanyak 52,23% perusahaan dalam lingkup industri pengolahan mengaku melakukan pengurangan pegawai di tengah pandemi. Angka tersebut termasuk tinggi dibanding dengan lapangan usaha lainnya. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor ini mengalami penurunan dari 19,2 juta orang pada Agustus 2019 turun 8,93% pada Agustus 2020 menjadi 17,5 juta orang.

"Memang betul, sampai dengan November 2020 secara keseluruhan ekspor produk manufaktur mampu mencatatkan pertumbuhan positif bahkan lebih baik dibandingkan pertumbuhan tahun lalu," beber Faisal.

Jika dilihat kenaikan ini juga tidak terlepas dari ekspor subsektor manufaktur logam dasar yang mengalami peningkatan hingga 20%. Kenaikan subsektor industri logam tidak terlepas dari kebijakan investasi pemerintah yang mendorong pembangunan smelter dan pelarangan ekspor mineral dan batu bara dan juga pelarangan ekspor biji nikel. ( Baca juga:Iwan Fals: Gokil Mesum di Halte, Digerebek Ojol Baru Kabur )

Sayangnya, menurut dia tidak semua sub-sektor dari industri manufaktur bisa menikmati kinerja pertumbuhan ekspor positif.

"Sektor industri unggulan lainnya seperti Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) melanjutkan kinerja pertumbuhan ekspor negatif di tahun lalu. Kondisi industri tekstil dan produk tekstil memang tidak begitu menggembirakan setidaknya dalam 3 tahun terakhir," ucapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!