Pentingnya Intelligence Center Demi Keamanan Keuangan dan Perbankan Digital
Kamis, 28 Januari 2021 - 22:23 WIB
Intelligence Center memberikan kemudahan untuk menambahkan solusi baru yang bisa membantu perusahaan menjadi lebih sigap agar mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen. Foto/Dok
JAKARTA - Dengan adanya pandemi, permintaan akan perbankan digital dan layanan keuangan lainnya berkembang pesat di Indonesia. Lantaran itu, Intelligence Center memberikan kemudahan untuk menambahkan solusi baru yang bisa membantu perusahaan menjadi lebih sigap agar mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen mereka, serta untuk memperkuat pertahanan terhadap pelaku kejahatan.
Baca Juga: Super Canggih, Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Bagi e-Commerce
Untuk perusahaan yang telah menggunakan fraud engine milik GBG, integrasi Intelligence Center memberikan 9 tindakan pencegahan penipuan tambahan yang dapat dipicu dengan mudah. Alih-alih melalui proses pengadaan yang panjang untuk membeli solusi baru.
"GBG Intelligence Center memiliki 9 kategori kemampuan peningkatan deteksi penipuan yang terhubung dengan teknologi dan mitra data yang terbaik. Sembilan kemampuan pada platform GBG saat ini adalah validasi alamat, verifikasi biometrik, penilaian kredit digital, autentikasi dokumen, penilaian alamat email, IP keamanan endpoint, pencocokan identitas, verifikasi identitas, dan penilaian seluler," terang APAC Managing Director of GBG, Dev Dhiman dalam konferensi pers virtual di Jakarta.
Menurut data BPS, di kuartal IV 2020, 9 dari 10 orang yang disurvei melakukan pembelian online dan penggunaan layanan perbankan mobile melonjak tahun ke tahun hingga 67,2%. Situasi ini mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan kemampuan mereka dan menjadi lebih gesit agar dapat memanfaatkan momentum tersebut di tahun 2021 dan seterusnya.
"Pada umumnya, lembaga keuangan menghabiskan 30-35% waktu mereka untuk membeli dan mengintegrasikan teknologi baru. Hal tersebut mengurangi kecepatan LK dalam meluncurkan layanan keuangan baru," ungkapnya.
Baca Juga: Super Canggih, Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Bagi e-Commerce
Untuk perusahaan yang telah menggunakan fraud engine milik GBG, integrasi Intelligence Center memberikan 9 tindakan pencegahan penipuan tambahan yang dapat dipicu dengan mudah. Alih-alih melalui proses pengadaan yang panjang untuk membeli solusi baru.
"GBG Intelligence Center memiliki 9 kategori kemampuan peningkatan deteksi penipuan yang terhubung dengan teknologi dan mitra data yang terbaik. Sembilan kemampuan pada platform GBG saat ini adalah validasi alamat, verifikasi biometrik, penilaian kredit digital, autentikasi dokumen, penilaian alamat email, IP keamanan endpoint, pencocokan identitas, verifikasi identitas, dan penilaian seluler," terang APAC Managing Director of GBG, Dev Dhiman dalam konferensi pers virtual di Jakarta.
Menurut data BPS, di kuartal IV 2020, 9 dari 10 orang yang disurvei melakukan pembelian online dan penggunaan layanan perbankan mobile melonjak tahun ke tahun hingga 67,2%. Situasi ini mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan kemampuan mereka dan menjadi lebih gesit agar dapat memanfaatkan momentum tersebut di tahun 2021 dan seterusnya.
"Pada umumnya, lembaga keuangan menghabiskan 30-35% waktu mereka untuk membeli dan mengintegrasikan teknologi baru. Hal tersebut mengurangi kecepatan LK dalam meluncurkan layanan keuangan baru," ungkapnya.
Lihat Juga :