Jelang Pengumuman BPS, Sri Mulyani: Ekonomi RI Minus 2,2%

Senin, 01 Februari 2021 - 18:24 WIB
Sebelumnya, angka kontraksi tersebut jauh lebih baik dari kondisi kontraksi ekonomi yang terjadi pada kuartal III-2020 yang minus 3,49% dan kontraksi pada kuartal II-2020 yang minusnya mencapai 5,32% .Untuk itu, Sri mengatakan akan tetap waspada untuk menggunakan instrumen fiskal pada 2021.

Baca Juga: Kunjungan Wisman Anjlok 75,03% di 2020, Tantangan Masih Berat di 2021

Meskipun optimisme pemulihan ekonomi tinggi pada awal tahun ini, tapi tingkat penyebaran Covid-19 diakuinya masih tinggi di Indonesia. "Tentu pelaksanaan APBN masih mengalami ketidakpastian karena pada Januari ini, meski kita punya optimisme dan harapan pemulihan terjadi, kita juga melihat COVID melonjak sesudah liburan panjang," bebernya.

Baca Juga: Potensi RI Kuasai Pasar Baterai & Mobil Listrik di ASEAN Bukan Mimpi, Ini Datanya

Perkiraan Sri tersebut jauh berbeda dengan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dia lebih memiliki optimisme yang kuat terhadap ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2020. Airlangga Hartarto sebelumnya memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode itu akan berada di kisaran minus 2% hingga tumbuh positif di level 0,6% . "Kuartal IV diperkirakan minus 2% sampai positif 0,6% ," bebernya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!