Wamen BUMN Yakin INA Bisa Himpun Dana Rp280 T dalam 2 Tahun

Rabu, 03 Februari 2021 - 18:21 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan anggaran investasi yang bersumber dari investor luar negeri melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia atau Indonesia Investment Authority (INA) mencapai Rp280 triliun. Jumlah itu hanya diperoleh selama kurun waktu 1-2 tahun ke depan pasca INA diresmikan.

Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo optimistis angka tersebut bisa diperoleh melalui upaya kerja sama dengan sejumlah investor global. "Saya pikir itu bisa dicapai, 1 sampai 2 tahun ke depan, bisa menyumbang 20 miliar dolar AS," ujar pria yang akrab disapa Tiko, Rabu (3/2/2021).



(Baca juga: Biayai Infrastruktur, Pemerintah Incar Dana Pensiun Orang Asing Lewat LPI )

Saat ini, belum ada komitmen kerja sama Indonesia dan investor global untuk pendanaan investasi di INA atau disebut juga dengan Sovereign Wealth Fund (SWF). Meski begitu, sejumlah investor telah menyampaikan ketertarikannya. Untuk aset awal SWF, pemerintah tetap menyiapkan pendanaannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!