Wamen BUMN Yakin INA Bisa Himpun Dana Rp280 T dalam 2 Tahun
Rabu, 03 Februari 2021 - 18:21 WIB
"Saya akan mengatakan bahwa belum ada komitmen yang kuat, tetapi menurut saya ada minat yang kuat, namun kami tetap mengupayakan dengan serius. Dan kami juga telah menyiapkan aset yang kuat yang akan ditempatkan sebagai aset awal," bebernya.
(Baca juga: Siap-siap! Dana Abadi RI Akan Terima Setoran Duit Jumbo dari Investor )
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyebut, sudah ada beberapa negara yang menyatakan minatnya untuk bergabung dengan INA. Di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Kanada, hingga Uni Emirat Arab.
"Saat ini sudah ada beberapa negara sampaikan ketertarikan dari AS, Jepang, Uni Emirat Arab, Saudi Arab dan Kanada," kata Jokowi dalam video virtual beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan, pembiayaan pembangunan yang baru bukan hanya berbasis pinjaman, melainkan bentuk penyertaan modal atau saham. Dengan sistem pembiayaan ini diperkirakan lebih menyehatkan ekonomi Indonesia. "Modal atau ekuitas sehatkan ekonomi kita, sehatkan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kita di sektor infrastruktur dan energi," ujarnya.
(Baca juga: Siap-siap! Dana Abadi RI Akan Terima Setoran Duit Jumbo dari Investor )
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyebut, sudah ada beberapa negara yang menyatakan minatnya untuk bergabung dengan INA. Di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Kanada, hingga Uni Emirat Arab.
"Saat ini sudah ada beberapa negara sampaikan ketertarikan dari AS, Jepang, Uni Emirat Arab, Saudi Arab dan Kanada," kata Jokowi dalam video virtual beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan, pembiayaan pembangunan yang baru bukan hanya berbasis pinjaman, melainkan bentuk penyertaan modal atau saham. Dengan sistem pembiayaan ini diperkirakan lebih menyehatkan ekonomi Indonesia. "Modal atau ekuitas sehatkan ekonomi kita, sehatkan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kita di sektor infrastruktur dan energi," ujarnya.
Lihat Juga :