Berat! RI Butuh Investasi Rp5.912 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 5,5%
Selasa, 09 Februari 2021 - 17:14 WIB
"Untuk pertama kali sejak krisis (ekonomi 1998) Indonesia mengalami kontraksi dengan pertumbuhan ekonomi -2,07%. Angka ini sangat dekat sekali dengan proyeksi Bappenas. Proyeksi Bappenas adalah minus -2,0%," ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (9/2/2021).
Dia mengatakan, dibutuhkan tambahan investasi sebesar Rp919,52-1.014,32 triliun dari realisasi di 2020 agar ekonomi dapat tumbuh di kisaran 4,5-5,5%.
Baca Juga: Andi Mallarangeng Sandingkan Moeldoko dengan Sumanto, Populer tapi Negatif
"Dibutuhkan pendanaan sekitar Rp5.817,3-5.912,1 triliun. Investasi pemerintah menyumbang sekitar 5,0-1,7% dari total kebutuhan investasi, sehingga diperlukan investasi dari non-pemerintah," ujarnya.
Menurut Suharso, Indonesia tak bisa terlalu mengharapkan investasi pemerintah yang porsinya tak banyak. Begitu pula dengan investasi perusahaan BUMN, dengan porsi 4,9-8,1%. "Di sisi lain, porsi investasi pihak swasta memiliki share antara 84,7% hingga 90,1%," jelasnya.
Dia mengatakan, dibutuhkan tambahan investasi sebesar Rp919,52-1.014,32 triliun dari realisasi di 2020 agar ekonomi dapat tumbuh di kisaran 4,5-5,5%.
Baca Juga: Andi Mallarangeng Sandingkan Moeldoko dengan Sumanto, Populer tapi Negatif
"Dibutuhkan pendanaan sekitar Rp5.817,3-5.912,1 triliun. Investasi pemerintah menyumbang sekitar 5,0-1,7% dari total kebutuhan investasi, sehingga diperlukan investasi dari non-pemerintah," ujarnya.
Menurut Suharso, Indonesia tak bisa terlalu mengharapkan investasi pemerintah yang porsinya tak banyak. Begitu pula dengan investasi perusahaan BUMN, dengan porsi 4,9-8,1%. "Di sisi lain, porsi investasi pihak swasta memiliki share antara 84,7% hingga 90,1%," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :