Laba Bersih Naik 50%, Bank Mega Sebar Dividen Rp2,1 Triliun
Jum'at, 19 Februari 2021 - 22:02 WIB
Sementara itu, sebesar Rp11,31 juta disisihkan sebagai dana cadangan guna memenuhi Pasal 70 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UUPT) yang mewajibkan perusahaan menyisihkan sejumlah dana dari laba bersih setiap tahun buku sebagai cadangan perusahaan jika perusahaan punya laba positif.
“Sedangkan sisanya, sebesar Rp908,3 miliar akan dibukukan sebagai saldo laba,” tambah Yungky.
Selain membagikan dividen, RUPST Bank Mega juga memutuskan untuk menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020 lalu, yang terdiri dari laporan pengurus perseroan, laporan keuangan perseroan, laporan pengawasan dewan komisaris perseroan.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui laporan rencana aksi keuangan berkelanjutan, penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan audit atas laporan keuangan perseroan tahun buku 2021, penetapan honorarium dan tunjangan lainnya bagi dewan komisaris dan direksi untuk 2021, persetujuan pengkinian rencana aksi (recovery plan) perseroan perubahan anggaran dasar perseroan.
Untuk diketahui, laba bersih Bank Mega sebesar Rp3,1 triliun ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 9% menjadi Rp3,9 triliun dari posisi 2019 sebesar Rp3,58 triliun.
“Sedangkan sisanya, sebesar Rp908,3 miliar akan dibukukan sebagai saldo laba,” tambah Yungky.
Selain membagikan dividen, RUPST Bank Mega juga memutuskan untuk menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020 lalu, yang terdiri dari laporan pengurus perseroan, laporan keuangan perseroan, laporan pengawasan dewan komisaris perseroan.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui laporan rencana aksi keuangan berkelanjutan, penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan audit atas laporan keuangan perseroan tahun buku 2021, penetapan honorarium dan tunjangan lainnya bagi dewan komisaris dan direksi untuk 2021, persetujuan pengkinian rencana aksi (recovery plan) perseroan perubahan anggaran dasar perseroan.
Untuk diketahui, laba bersih Bank Mega sebesar Rp3,1 triliun ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 9% menjadi Rp3,9 triliun dari posisi 2019 sebesar Rp3,58 triliun.
Lihat Juga :