Smelter Nikel Berkontribusi Besar Tarik Duit Asing ke Indonesia

Senin, 22 Februari 2021 - 16:15 WIB
Investasi smelter nikel telah memberikan kontribusi besar terhadap penanaman modal asing (PMA) Indonesia dalam enam tahun terakhir. Foto/Dok
JAKARTA - Analis PT Pefindo, Martin Pandiangan mengatakan, investasi smelter nikel telah memberikan kontribusi besar terhadap penanaman modal asing (PMA) Indonesia dalam enam (6) tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan hilirisasi tambang yang tengah didorong oleh pemerintah sehingga memerlukan pembangunan pabrik pemurnian atau smelter.

Menurut dia, porsi investasi smelter nikel yang relatif besar menegaskan bahwa industri nikel menjadi salah satu yang terpenting. "Indonesia memang berupaya menjadi hub global dalam rantai pasokan industri kendaraan listrik dan itu diharapkan dapat melampaui industri minyak sawit sebagai ekspor terbesar kedua negara dalam jangka menengah," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Senin (22/2/2021).



Baca Juga: Smelter China Bandel, Menperin: Kami Catat!


Dia melanjutkan, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 53 smelter terbangun di tahun 2024. Hingga saat ini sudah ada sekitar 41 proyek pemurnian nikel yang sedang dikerjakan tersebar dari Sulawesi, Maluku Utara dan beberapa daerah lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!