Smelter Nikel Berkontribusi Besar Tarik Duit Asing ke Indonesia

Senin, 22 Februari 2021 - 16:15 WIB
"Dari jumlah tersebut, 11 proyek telah selesai pada akhir tahun 2019, 8 proyek masih dalam proses penyelesaian dengan kemajuan proyek sekitar 40% hingga 99% dan 22 proyek lainnya masih mencatatkan kemajuan proyek di bawah 40%. Beberapa proyek dalam tahap konstruksi awal memang cenderung mengalami keterlambatan akibat pandemi," jelasnya.

Baca Juga: Prioritas Menteri ESDM, dari Smelter hingga Mobil Listrik


Martin menuturkan, mayoritas pasokan nikel di masa mendatang akan bersumber dari kolaborasi antara perusahaan China dan perusahaan Indonesia. Pembangunan smelter dengan menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) juga didorong agar bisa menyerap nikel kadar rendah.

Dari dalam negeri, dua emiten tambang nikel yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga turut ambil bagian dalam pembangunan HPAL. "Para emiten saat ini fokus untuk mengembangkan pabrik pemurnian nikel dan juga melakukan kemitraan strategis serta mengamankan pasokan bahan baku mereka," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!