Ditekan Pandemi, Laba BTPN Tetap Bertahan
Jum'at, 26 Februari 2021 - 09:12 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - PT Bank BTPN Tbk mencatatkan penurunan kredit karena pelemahan aktivitas bisnis dan repayment kredit yang lebih tinggi dibandingkan pemberian fasilitas kredit baru. Pada akhir triwulan IV-2020, total kredit Bank BTPN turun sebesar 4% (year-on-year/yoy) menjadi Rp136,2 triliun. Namun segmen korporasi masih mencatat pertumbuhan sebesar 4% menjadi Rp78,7 triliun (yoy).
Perseroan telah melakukan restrukturisasi pada portofolio yang terdampak langsung oleh pandemi Covid-19 . Hingga akhir Desember 2020 akumulasi total nilai kredit yang disetujui untuk mendapat restrukturisasi adalah sebesar Rp13,2 triliun atau sekitar 9,7% dari keseluruhan portofolio kredit konsolidasi. ( Baca juga:Kinerja PT Vale Indonesia Ajib: Pendapatan Turun, Labanya Naik )
Kinerja ini bukti pertumbuhan yang sehat serta fundamental tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dalam negeri. Salah satu fokus perseroan mendukung kelangsungan usaha nasabah dengan melakukan relaksasi kredit menurut ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami memitigasi dampak dan risiko dengan cara memberikan pinjaman secara selektif, melakukan restrukturisasi dan manajemen biaya kredit, secara proaktif mengelola NPL, mengurangi biaya dana, aktif mengelola likuiditas dan pendanaan serta meningkatkan efektivitas operasional secara berkesinambungan,” tutur Direktur Utama Bank BTPN, Ongki Wanadjati Dana hari ini (26/2) di Jakarta.
Perseroan telah melakukan restrukturisasi pada portofolio yang terdampak langsung oleh pandemi Covid-19 . Hingga akhir Desember 2020 akumulasi total nilai kredit yang disetujui untuk mendapat restrukturisasi adalah sebesar Rp13,2 triliun atau sekitar 9,7% dari keseluruhan portofolio kredit konsolidasi. ( Baca juga:Kinerja PT Vale Indonesia Ajib: Pendapatan Turun, Labanya Naik )
Kinerja ini bukti pertumbuhan yang sehat serta fundamental tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dalam negeri. Salah satu fokus perseroan mendukung kelangsungan usaha nasabah dengan melakukan relaksasi kredit menurut ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami memitigasi dampak dan risiko dengan cara memberikan pinjaman secara selektif, melakukan restrukturisasi dan manajemen biaya kredit, secara proaktif mengelola NPL, mengurangi biaya dana, aktif mengelola likuiditas dan pendanaan serta meningkatkan efektivitas operasional secara berkesinambungan,” tutur Direktur Utama Bank BTPN, Ongki Wanadjati Dana hari ini (26/2) di Jakarta.
Lihat Juga :