Insentif PPnBM agar Industri Otomotif Kembali Nendang

Senin, 01 Maret 2021 - 17:22 WIB
“Kebijakan ini untuk mendorong pemulihan ekonomi lewat industri bisa lebih cepat. Nendang kalo istilahnya,“ jelasnya.

Ia menuturkan bahwa pada September hingga Desember 2020 penjualan otomotif sudah mengalami rebound atau pertumbuhan. Namun, rebound tersebut ternyata belum stabil.

"Memang dalam datanya penjualan dari bulan September sampai dengan Desember itu relatif membaik ada rebound. Tapi di bulan Januari kembali menurun. Jadi belum stabil dari rebound penjualan otomotif. Rebound ini juga belum mengejar keterpurukannya," ujarnya.

Ia berharap, dengan diskon PPnBM ini dapat meningkatkan penjualan mobil di Tanah Air sehingga pabrik-pabrik industri otomotif bisa menggeliat kembali. Pasalnya, industri otomotif dan pendukungnya itu menyumbang tenaga kerja sebesar 1,5 juta tenaga kerja dan rata-rata berkontribusi Rp700 triliun terhadap PDB. ( Baca juga:Pemerintah Targetkan Indonesia Tembus 10 Besar Olimpiade 2032 )

"Diskon ini diharapkan bisa untuk menjum-start ekonomi, karena pulihnya produksi dan penjualan otomotif akan memiliki multiplayer efek ke industri lainnya," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!