Sinabung Erupsi, Bagaimana Dampaknya ke Penerbangan?

Selasa, 02 Maret 2021 - 20:45 WIB
Namun, meskipun tidak ada dampak yang besar, AirNav Indonesia tetap melakukan langkah antisipasi. Misalnya, JATSC membuat plotting area untuk pesawat terbang menghindari area di sekitar Gunung Sinabung melalui Radar Vector.

Baca juga: Pencabutan Izin Investasi Miras jadi Kabar Gembira Buat Perekonomian

Kemudian, Cabang Medan dengan mengarahkan pesawat yang terbang dari dan menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu menjauhi area di sekitar Gunung Sinabung melalui Radar Vector.

Selanjutnya, AirNav Indonesia juga akan terus berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan. Koordinasi yang dimaksud seperti bersiaga terkait perkembangan aktivitas erupsi Gunung Sinabung yang berpotensi memengaruhi kegiatan operasional penerbangan. “Informasi terkini akan selalu kami perbaharui sesuai kondisi di lapangan," ucap Yohanes.

Pilot Wings Air Penerbangan 1248 rute Medan Kuala Namu – Nias Binaka yang melakukan melalui observasi visual pada pukul 08.45 WIB melaporkan bahwa abu vulkanik Gunung Sinabung terlihat sampai dengan ketinggian 12,000 kaki di atas permukaan air laut. Abu tersebut mengarah ke barat. “Namun dinyatakan tidak signifikan terhadap pergerakan dan jarak pandang pesawat,” jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!