Teknologi Sektor Pertambangan Masih Mengandalkan Impor
Rabu, 03 Maret 2021 - 17:53 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai Indonesia belum mandiri dalam teknologi di bidang pertambangan . Ketersediaan barang penunjang pertambangan dalam negeri masih terbatas dan dengan spesifikasi tertentu belum tersedia di dalam negeri.
"Industri dalam negeri belum berkembang baik untuk memenuhi kebutuhan pertambangan, sehingga masih diperlukan impor," ujar Ketua Bidang Tata Kelola Perwakilan Daerah Perhapi Spencer Paoh dalam webinar Minerba Talk secara virtual, Rabu (3/3/2021). ( Baca juga:Gunakan Produk Dalam Negeri, Sektor Tambang Buka Lapangan Kerja )
Menurut dia, beberapa produk yang dihasilkan di dalam negeri kurang kompetitif dari segi harga dan kualitas dibandingkan produk dari luar. Teknologi masih mengandalkan dari negara lain seperti Eropa, China, Australia, Amerika Serikat, dan Jepang. Hal ini menjadi tantangan dalam meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor pertambangan.
"Saat ini penggunaan produk luar negeri masih cukup besar di sektor pertambangan Indonesia. Kalaupun ada beberapa teknologi yang dikembangkan di Indonesia, itu belum sampai tahap komersial atau masih pilot project," tuturnya.
"Industri dalam negeri belum berkembang baik untuk memenuhi kebutuhan pertambangan, sehingga masih diperlukan impor," ujar Ketua Bidang Tata Kelola Perwakilan Daerah Perhapi Spencer Paoh dalam webinar Minerba Talk secara virtual, Rabu (3/3/2021). ( Baca juga:Gunakan Produk Dalam Negeri, Sektor Tambang Buka Lapangan Kerja )
Menurut dia, beberapa produk yang dihasilkan di dalam negeri kurang kompetitif dari segi harga dan kualitas dibandingkan produk dari luar. Teknologi masih mengandalkan dari negara lain seperti Eropa, China, Australia, Amerika Serikat, dan Jepang. Hal ini menjadi tantangan dalam meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor pertambangan.
"Saat ini penggunaan produk luar negeri masih cukup besar di sektor pertambangan Indonesia. Kalaupun ada beberapa teknologi yang dikembangkan di Indonesia, itu belum sampai tahap komersial atau masih pilot project," tuturnya.
Lihat Juga :