Bansos hingga Digitalisasi Didorong Demi Bantu UMKM Kategori Miskin dan Rentan

Kamis, 04 Maret 2021 - 03:45 WIB
Berdasarkan data survey yang dilakukan Kementerian Koperasi & UKM tahun 2020 dengan total responden 195 ribu UMKM, UMKM terdampak covid karena melemahnya konsumsi masyarakat dengan pembatasan sosial yang diberlakukan Pemerintah untuk menanggulangi penyebaran virus covid-19.

Tri Wahyundo menambahkan, UMKM yang paling terdampak adalah sektor food & beverages yang merupakan sektor pangan yang di ikuti oleh UMKM pada sektor usaha lainnya. Sektor UMKM sendiri merupakan penopang perekonomian Nasional dengan kontribusi 60% dari PDB, UMKM dapat menyerap 97% dari tolal tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja.

"Tentunya kita harus mendorong mereka dengan platform digital di masa pandemic ini," kata Tri di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Usaha & Sistem Informasi BGR Logistics, Rahmadi mengatakan, dalam mendorong UMKM untuk masuk ke e-commerce dilakukan untuk memasarkan produk mereka. Salah satunya adalah dengan aplikasi Warung Pangan yang dilihat dapat sebagai salah satu solusi bagi UMKM/Pemilik Warung yang terdampak di Jawa Tengah dan Semarang pada Khususnya.

Saat ini aplikasi warung pangan dan apa keunggulannya dibanding e-commerce lainnya. Aplikasi Warung Pangan untuk menghubungkan Produsen sebagai hulu dan UMKM/Warung sebagai hilirnya dengan komoditas utama yang kami sasar adalah produk pangan.

"Ekosistem di Warung Pangan sendiri ada produsen sebagai penghasil komoditas pangan olahan maupun non olahan yang kami pertemukan dengah hilirnya yaitu UMKM/Warung. Hilirnya adalah para pemilik warung yang kami sebut sebagai mitra Warung Pangan," terang Rahmadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!