Terungkap! Ini Nama Holding BUMN Baterai yang Ditargetkan Berdiri Juni 2021
Kamis, 04 Maret 2021 - 15:56 WIB
Dia melanjutkan, rencana investasi yang akan dilakukan bergantung pada kapasitas baterai yang diproduksi. Dia memperkirakan dengan kapasitas produksi 30 GW hingga tahun 2030 dibutuhkan investasi sebesar USD13 miliar (sekitar Rp182 triliun). Selanjutnya, apabila kapasitas sudah terpenuhi 70% maka investasi akan mencapai USD17 miliar dengan kapasitas sebesar 195 GW.
Baca Juga: Pesisir Barat Gempar! Anggota TNI AL Terkapar usai Duel dengan Petani Gara-gara Rebutan Lahan Sawit
"Untuk membuat kapasitas 195 GW maka dibutuhkan sekitar 150.000 ton nikel per tahun. Kami masih berbicara dengan serius dengan mitra-mitra kami terkait kapan dan berapa besarnya. Itulah yang nanti akan menentukan totalnya kalau terlaksana," tuturnya.
Baca Juga: Pesisir Barat Gempar! Anggota TNI AL Terkapar usai Duel dengan Petani Gara-gara Rebutan Lahan Sawit
"Untuk membuat kapasitas 195 GW maka dibutuhkan sekitar 150.000 ton nikel per tahun. Kami masih berbicara dengan serius dengan mitra-mitra kami terkait kapan dan berapa besarnya. Itulah yang nanti akan menentukan totalnya kalau terlaksana," tuturnya.
(fai)
Lihat Juga :