Menaker Ida: Jangan Sampai BLK Menyumbang Pengangguran Baru
Jum'at, 05 Maret 2021 - 20:11 WIB
Di antara kebijakan yang disusun adalah kebijakan Triple Skilling, yakni skilling, re-skilling, dan up-skilling bagi pekerja; optimalisasi pemagangan berbasis jabatan; peningkatan soft skills; perubahan kurikulum dan metode yang berfokus pada human digital online (menggunakan metode blended training); serta kolaborasi dengan semua stakeholders, terutama pelaku industri untuk menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Menurut Ida, sinergi dan kolaborasi antara BLK dan stakeholders, terutama dari dunia usaha dan industri sebagai pengguna tenaga kerja sangat penting. Sebab dengan dilakukannya sinergi, maka dapat dipastikan lulusan pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih mudah terserap.
"Di sini (BLK) harus jadi titik kumpul teman-teman dunia usaha dan industri untuk menjawab kebutuhan industri dan mendapatkan manfaat dari BLK. Jangan sampai BLK melahirkan pengangguran baru," tandas Ida. ( Baca juga:Colek Jokowi, Eks Waketum Gerindra Khawatir Kisruh Demokrat Ganggu Investasi )
Dia menyebutkan dunia usaha sebagai penyerap tenaga kerja yang memiliki peran besar dalam menentukan kompetensi yang dibutuhkan saat ini dan di masa depan agar proses link and match antara pendidikan dan dunia kerja bisa tercipta.
"Pada akhirnya, program pelatihan vokasi akan mengurangi biaya training dan investasi SDM bagi industri, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara BLK dan industri," ucapnya.
Menurut Ida, sinergi dan kolaborasi antara BLK dan stakeholders, terutama dari dunia usaha dan industri sebagai pengguna tenaga kerja sangat penting. Sebab dengan dilakukannya sinergi, maka dapat dipastikan lulusan pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih mudah terserap.
"Di sini (BLK) harus jadi titik kumpul teman-teman dunia usaha dan industri untuk menjawab kebutuhan industri dan mendapatkan manfaat dari BLK. Jangan sampai BLK melahirkan pengangguran baru," tandas Ida. ( Baca juga:Colek Jokowi, Eks Waketum Gerindra Khawatir Kisruh Demokrat Ganggu Investasi )
Dia menyebutkan dunia usaha sebagai penyerap tenaga kerja yang memiliki peran besar dalam menentukan kompetensi yang dibutuhkan saat ini dan di masa depan agar proses link and match antara pendidikan dan dunia kerja bisa tercipta.
"Pada akhirnya, program pelatihan vokasi akan mengurangi biaya training dan investasi SDM bagi industri, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara BLK dan industri," ucapnya.
(uka)
Lihat Juga :