Rencana Pembangunan Bank Emas Jangan cuma untuk Dongkrak Permintaan
Selasa, 09 Maret 2021 - 15:48 WIB
Foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah menyatakan tengah mengkaji pembentukan bullion bank atau bank emas. Bullion Bank merupakan bank yang melakukan transaksi pembelian dan penjualan logam mulia, seperti emas , perak, maupun logam mulia lainnya.
Dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan pekan lalu (4/3), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan inisiasi pembentukan bank emas guna meningkatkan konsumsi emas yang tergolong masih rendah.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin menyatakan rencana pengembangan bullion bank agar dikaji secara menyeluruh. ( Baca juga: Duh Harga Emas Anjlok, Paling Murah Dibanderol Rp507.500 )
“Pembentukan bank ini diharapkan bisa memperkuat ekosistem industri jasa keuangan. Apalagi, kita ketahui bersama, Indonesia menyimpan potensi kekayaan mineral emas melimpah yang mencapai 30,2 juta ons. Begitu potensi ini dapat digali dan dikembangkan lebih lanjut, harapannya bisa memberikan manfaat yang besar,” ungkap Puteri, Selasa (9/3/2021).
Tahun lalu, ekspor emas mencatat kinerja positif yang mencapai USD5.280 juta. Namun, capaian itu juga dihadapkan pada impor emas yang juga naik.
"Jadi ketika bank emas ini nantinya dibentuk, kita pun juga harus mendorong industri hilir emas agar dapat mengoptimalkan pengolahan komoditas emas dalam negeri. Baik untuk investasi maupun perhiasan,” tuturnya.
Dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan pekan lalu (4/3), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan inisiasi pembentukan bank emas guna meningkatkan konsumsi emas yang tergolong masih rendah.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin menyatakan rencana pengembangan bullion bank agar dikaji secara menyeluruh. ( Baca juga: Duh Harga Emas Anjlok, Paling Murah Dibanderol Rp507.500 )
“Pembentukan bank ini diharapkan bisa memperkuat ekosistem industri jasa keuangan. Apalagi, kita ketahui bersama, Indonesia menyimpan potensi kekayaan mineral emas melimpah yang mencapai 30,2 juta ons. Begitu potensi ini dapat digali dan dikembangkan lebih lanjut, harapannya bisa memberikan manfaat yang besar,” ungkap Puteri, Selasa (9/3/2021).
Tahun lalu, ekspor emas mencatat kinerja positif yang mencapai USD5.280 juta. Namun, capaian itu juga dihadapkan pada impor emas yang juga naik.
"Jadi ketika bank emas ini nantinya dibentuk, kita pun juga harus mendorong industri hilir emas agar dapat mengoptimalkan pengolahan komoditas emas dalam negeri. Baik untuk investasi maupun perhiasan,” tuturnya.
Lihat Juga :