Hati-hati Investasi Emas, Masa Kejayaannya Sudah Memudar

Jum'at, 12 Maret 2021 - 12:52 WIB
Data ekonomi yang cukup solid tersebut, sambung Gunawan, berpeluang menekan kinerja harga emas. Harga emas yang saat ini masih berkutat di kisaran USD1.700 per ons troy berpeluang untuk mengalami penurunan dalam jangka panjang. "Jika stimulus jumbo yang digelontorkan saat ini justru memicu inflasi, maka besar kemungkinan emas akan kian terpuruk nantinya," pungkasnya.

Menurut Gunawan, tren permintaan Dolar AS berpeluang meningkat nantinya seiring dengan pemulihan ekonomi AS itu sendiri. Bahkan jika dibarengi dengan pengendalian Covid-19 serta membaiknya hubungan dagang dua negara besar seperti AS dan China. Maka, emas akan semakin terpuruk. "Jadi sebaiknya berhati-hati berinvestasi emas di tengah kondisi pemulihan ekonomi yang mulai terlihat saat ini," tukasnya.

Baca juga: Dituduh Lakukan Spionase, China Segera Adili Dua Warga Kanada

Gunawan menuturkan, harga emas berpeluang untuk turun dalam rentang USD1.200 hingga USD1.500 per ons troy. Sejauh ini emas masih diperdagangkan dikisaran level USD1.718, dengan prospek turun yang sangat besar dan berpeluang bertahan rendah dalam jangka panjang.

"Saya melihat emas akan sulit naik setidaknya dalam kurun waktu 3 tahun yang akan datang, dengan meletakkan dasar asumsi kinerja ekonomi yang seperti saya sebutkan sebelumnya," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!