Perusahaan Jepang Ini Minati Investasi Petrokimia di Teluk Bintuni
Jum'at, 12 Maret 2021 - 13:40 WIB
Ilustrasi foto/SINDOphoto
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Jepang pada 10 - 11 Maret lalu. Tak hanya bertemu dengan pelaku industri otomotif, Menperin juga melakukan pertemuan dengan perusahaan industri petrokimia Sojitz Corporation guna mendukung pengembangan industri metanol di Indonesia.
Hal tersebut berangkat dari kebutuhan metanol yang semakin meningkat, karena industri metanol memegang peranan yang sangat penting bagi pengembangan industri di hilirnya.
“Mereka memiliki ketertarikan untuk berpartisipasi dalam proyek metanol dan amonia di Kawasan Industri Teluk Bintuni, Papua Barat,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/3/2021).
Baca juga: Menperin Bawa Sekeranjang Oleh-oleh dari Negeri Sakura, Apa Saja?
Proyek Teluk Bintuni sendiri, akan menjadi kawasan industri yang berbasis petrokimia terbesar dengan luas sekitar 2.000 Hektare. “Sojitz sangat tertarik untuk berinvestasi di sana, dan kami akan membahasnya lebih lanjut pada kunjungan selanjutnya di bulan Mei mendatang,” tuturnya.
Agus menambahkan pembicaraan mengenai investasi di Teluk Bintuni akan dilanjutkan pada Mei mendatang dimana fokus utamanya pada bidang petrokimia. "Nanti kalau saya kembali ke Jepang setelah lebaran akan memokuskan kepada bidang petrokimia," ucapnya.
Hal tersebut berangkat dari kebutuhan metanol yang semakin meningkat, karena industri metanol memegang peranan yang sangat penting bagi pengembangan industri di hilirnya.
“Mereka memiliki ketertarikan untuk berpartisipasi dalam proyek metanol dan amonia di Kawasan Industri Teluk Bintuni, Papua Barat,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/3/2021).
Baca juga: Menperin Bawa Sekeranjang Oleh-oleh dari Negeri Sakura, Apa Saja?
Proyek Teluk Bintuni sendiri, akan menjadi kawasan industri yang berbasis petrokimia terbesar dengan luas sekitar 2.000 Hektare. “Sojitz sangat tertarik untuk berinvestasi di sana, dan kami akan membahasnya lebih lanjut pada kunjungan selanjutnya di bulan Mei mendatang,” tuturnya.
Agus menambahkan pembicaraan mengenai investasi di Teluk Bintuni akan dilanjutkan pada Mei mendatang dimana fokus utamanya pada bidang petrokimia. "Nanti kalau saya kembali ke Jepang setelah lebaran akan memokuskan kepada bidang petrokimia," ucapnya.
Lihat Juga :