Tesla Ketakutan Kekurangan Bahan Baterai Mobil Listrik, Dicari Tambang Nikel Potensial

Sabtu, 13 Maret 2021 - 05:32 WIB
Pada bulan Desember, pemilik raksasa pertambangan asal Brasil, Vale dan negara Prancis, mencoba menjualnya kepada pedagang komoditas Swiss Trafigura. Warga lantas marah terkait hilangnya kepemilikan dan kontrol lokal sehingga memicu runtuhnya pemerintahan New Caledonia dan menyebabkan pekerja melakukan pemogokan.

Lalu muncul kesepakatan baru yang disepakati oleh kelompok pro-kemerdekaan, partai loyalis dan penduduk asli Kanaks yang akan menjual tambang ke konsorsium yang saat ini mencakup karyawan serta tiga provinsi regional. Trafigura hanya akan memegang kendali 19%.

Tesla kemudian akan terlibat dalam "kemitraan teknis dan industri" untuk membantu standar produk dan keberlanjutan bersama dengan mengambil nikel untuk produksi baterainya, sesuai dengan perjanjian. Ini akan memainkan peran konsultan teknis dalam desain dan peningkatan proses manufaktur.

Vale mengatakan, kesepakatan itu akan "memungkinkan operasional berlanjut dengan jalur yang berkelanjutan untuk masa depan, melestarikan pekerjaan dan memberikan nilai ekonomi ke negara".

Baca Juga: Bukan Tesla, Diam-diam RI Rayu Mazda Bangun Pabrik di RI
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!