Studi Stanchart: RI Masuk Negara Favorit untuk Investasi di Asia Tenggara

Selasa, 16 Maret 2021 - 14:55 WIB
"Jelas terlihat bahwa bisnis mulai memberikan perhatian yang lebih besar pada pertumbuhan di luar negeri dan berinvestasi untuk masa depan. Keberlanjutan, digitalisasi, dan kebutuhan untuk memahami regulasi bukan hanya kunci bagaimana bisnis akan dijalankan, tetapi juga merupakan peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tumbuh secara internasional, dan menjadi yang terdepan dalam persaingan," ujar Torry, Selasa (16/3/2021).

Studi kedua oleh Standard Chartered tentang strategi dan tantangan pertumbuhan internasional yang dihadapi para CFO dan Treasurer di AS, Inggris, Jerman, dan Prancis menunjukkan bahwa, terlepas dari ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi global dan dampak ekonomi yang terkait pandemi, pasar luar negeri tetap menjadi kunci utama pertumbuhan.

Baca Juga: Kiamat Sudah Dekat (1): Tanda Itu Datang dari Sungai Eufrat dan Kongo

Studi ini juga mengungkapkan adanya perhatian yang lebih besar pada investasi dalam teknologi digital, penggunaan dana yang tertahan, dan meningkatkan fokus pada masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam kaitannya dengan perdagangan dan rantai pasokan.

Selagi perusahaan melihat ke depan ke dalam situasi pascapandemi, prioritas mereka mengalami pergeseran, yakni adanya penurunan prioritas pada hal-hal terkait kegagalan rantai pasokan (turun 2% menjadi 50%) serta kebutuhan likuiditas (turun 2% menjadi 47%), dan kenaikan prioritas terkait peningkatan investasi dalam digitalisasi untuk memobilisasi likuiditas (naik 4% hingga 66%), dan isu ESG (naik 5% hingga 23%).
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!