APBN Defisit dan Utang Naik, Sri Mulyani: Ekonomi RI Masih Tangguh di ASEAN
Selasa, 23 Maret 2021 - 13:40 WIB
"Negara-negara ASEAN dan G20 lainnya, kecuali Vietnam, China, dan Korea Selatan, mengalami kontraksi yang jauh lebih dalam daripada Indonesia," ungkap mantan Direktur Bank Dunia itu.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diprediksi Pulih Pertengahan Tahun 2021
Dengan defisit yang relatif rendah, lanjut dia, Indonesia tetap mampu menjadi salah satu negara dengan daya tahan pertumbuhan ekonomi terbaik di antara kelompok ASEAN dan G20.
"Kenaikan utang publik/pemerintah akibat countercyclical naik 8%. Namun dibandingkan dengan negara-negara G7 yang melonjak tinggi di atas 20% hanya dalam setahun, tingkat utang dan tambahan utang publik Indonesia tetap terjaga dan menjadi salah satu yang terendah," pungkas Sri.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diprediksi Pulih Pertengahan Tahun 2021
Dengan defisit yang relatif rendah, lanjut dia, Indonesia tetap mampu menjadi salah satu negara dengan daya tahan pertumbuhan ekonomi terbaik di antara kelompok ASEAN dan G20.
"Kenaikan utang publik/pemerintah akibat countercyclical naik 8%. Namun dibandingkan dengan negara-negara G7 yang melonjak tinggi di atas 20% hanya dalam setahun, tingkat utang dan tambahan utang publik Indonesia tetap terjaga dan menjadi salah satu yang terendah," pungkas Sri.
(akr)
Lihat Juga :