APBN Defisit dan Utang Naik, Sri Mulyani: Ekonomi RI Masih Tangguh di ASEAN
Selasa, 23 Maret 2021 - 13:40 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan bahwa selama pandemi Covid-19, tekanan ekonomi Indonesia adalah salah satu yang paling moderat di kawasan ASEAN. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan bahwa selama pandemi Covid-19, tekanan ekonomi Indonesia adalah salah satu yang paling moderat di kawasan ASEAN. Tentunya, daya tahan ekonomi Indonesia didukung dengan pengelolaan fiskal yang tetap prudent.
"Kita membandingkan dengan negara-negara ASEAN karena kita posisinya di Asia Tenggara, terutama dengan ASEAN 6 yang terbesar dan juga G20. Jadi kita membuat perbandingan itu ada alasannya," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN KITA di Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Baca Juga: Utang Pemerintah Membengkak, Februari 2021 Tembus Rp6.361 Triliun
Dia mengatakan, ini untuk melihat posisi Indonesia dalam perekonomian regional dan global. Melihat dampak Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia, ekonomi Indonesia terkontraksi 2,1% di tahun 2020.
"Kita membandingkan dengan negara-negara ASEAN karena kita posisinya di Asia Tenggara, terutama dengan ASEAN 6 yang terbesar dan juga G20. Jadi kita membuat perbandingan itu ada alasannya," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN KITA di Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Baca Juga: Utang Pemerintah Membengkak, Februari 2021 Tembus Rp6.361 Triliun
Dia mengatakan, ini untuk melihat posisi Indonesia dalam perekonomian regional dan global. Melihat dampak Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia, ekonomi Indonesia terkontraksi 2,1% di tahun 2020.
Lihat Juga :