Konsumsi Lemah Dihantam Covid-19, Industri Mamin Terkoreksi
Selasa, 19 Mei 2020 - 21:56 WIB
Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mencatat pertumbuhan industri makanan dan minuman 2020 dipastikan bakal terkoreksi dari capaian tahun lalu sebesar 7,97%. Foto/Dok
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mencatat pertumbuhan industri makanan dan minuman 2020 dipastikan bakal terkoreksi dari capaian tahun lalu sebesar 7,97%. Pelemahan tersebut dipengaruhi tingkat konsumsi yang turun lantaran pandemi covid-19.
Ketua Umum Gabungan Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan, pihaknya memprediksi selama 2020 hanya akan tumbuh 4 sampai 5% saja dari prediksi awal 8%.
"Walau sektor ini sangat dibutuhkan masyarakat, rupanya tetap ada penurunan konsumsi di kuartal pertama 2020. Konsumsi rumah tangga turun 5,02% ke 2,84% selama kuartal I, dengan 44% berasal dari kontribusi makanan dan minuman. Padahal pengeluaran per kapita masyarakat kita 50% untuk pangan, dengan porsi pangan olahan mencapai 17%," ujar Adhi di Jakarta, Selasa (19/5/2020)
Sambung dia menerangkan, penurunan konsumsi terjadi juga karena adanya pergeseran kebiasaan konsumen dan channel penjualan juga mulai bergeser online. Adapun masyarakat lebih tertarik pada makanan organik dan melihat lebih banyak fungsi ketimbang nama produk.
Ketua Umum Gabungan Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan, pihaknya memprediksi selama 2020 hanya akan tumbuh 4 sampai 5% saja dari prediksi awal 8%.
"Walau sektor ini sangat dibutuhkan masyarakat, rupanya tetap ada penurunan konsumsi di kuartal pertama 2020. Konsumsi rumah tangga turun 5,02% ke 2,84% selama kuartal I, dengan 44% berasal dari kontribusi makanan dan minuman. Padahal pengeluaran per kapita masyarakat kita 50% untuk pangan, dengan porsi pangan olahan mencapai 17%," ujar Adhi di Jakarta, Selasa (19/5/2020)
Sambung dia menerangkan, penurunan konsumsi terjadi juga karena adanya pergeseran kebiasaan konsumen dan channel penjualan juga mulai bergeser online. Adapun masyarakat lebih tertarik pada makanan organik dan melihat lebih banyak fungsi ketimbang nama produk.
Lihat Juga :