Gaet 2 Pemain Global, RI Masih Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik
Jum'at, 26 Maret 2021 - 18:55 WIB
Menurut Erick, pemerintah juga akan membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang. Pada pertengahan April, pihaknya bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perdagangan M Lutfi akan ke Amerika untuk melihat potensi salah satu perusahaan di negara tersebut.
"Kita juga ada rencana untuk mendatangi Jepang untuk membicarakan hal yang sama. Jadi jangan berpikir karena IBC berpartner dengan satu dua pihak saja, tetapi kita justru berpartner dengan banyak pihak tetapi harus terkonsolidasi," jelasnya.
Dia menjelaskan, jika tidak terkonsolidasi maka ditakutkan hilirisasi tidak berjalan baik sehingga hanya mengalihkan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia untuk dipakai negara lain. "Kita ingin memakai perusahaan ini jadi lalu lintas hilirisasi dan nilai tambah," ungkapnya.
Baca juga: Gede juga! Investasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Capai Rp238 Triliun
IBC ini melibatkan empat perusahaan BUMN, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Adapun total kapasitas pabrik ditargetkan mencapai 140 GWh pada tahun 2030.
"Kita juga ada rencana untuk mendatangi Jepang untuk membicarakan hal yang sama. Jadi jangan berpikir karena IBC berpartner dengan satu dua pihak saja, tetapi kita justru berpartner dengan banyak pihak tetapi harus terkonsolidasi," jelasnya.
Dia menjelaskan, jika tidak terkonsolidasi maka ditakutkan hilirisasi tidak berjalan baik sehingga hanya mengalihkan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia untuk dipakai negara lain. "Kita ingin memakai perusahaan ini jadi lalu lintas hilirisasi dan nilai tambah," ungkapnya.
Baca juga: Gede juga! Investasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Capai Rp238 Triliun
IBC ini melibatkan empat perusahaan BUMN, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Adapun total kapasitas pabrik ditargetkan mencapai 140 GWh pada tahun 2030.
(ind)
Lihat Juga :