Buwas: Sebanyak 106.000 Ton Beras Eks Impor 2018 Turun Mutu
Senin, 29 Maret 2021 - 16:13 WIB
Hanya saja, perawatan insentif yang dilakukan Bulog sehingga sebagian sisa eks impor masih dapat digunakan. "Kenapa masih bisa bertahan? Karena Bulog merawatnya dengan baik, jadi dengan perawatan Bulog yang kontinyu, sehingga ini masih bertahan, hanya memang tidak seperti pada saat beras itu tiba di Indonesia. Itu yang perlu kita sampaikan," tuturnya.
Sebelumnya, Buwas mengutarakan bahwa sisa beras CBP menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Bulog. Padahal, perkara itu bukan bagian dari tanggung jawab perusahaan pelat merah tersebut.
Bulog mencatat, ada sejumlah masalah yang dikaitkan dengan peran dan tugasnya sebagai lembaga pemerintah di sektor pangan itu. Selain sisa beras impor, perkara pengering gabah (dryer) di kalangan petani pun dikaitkan dengan Bulog.
Buwas menegaskan, pengering gabah bukan menjadi tugas dari Bulog, melainkan tanggung jawab Kementerian Pertanian (Kementan). Namun, perkara ini seolah-olah dikaitkan dengan posisi Bulog.
Sebelumnya, Buwas mengutarakan bahwa sisa beras CBP menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Bulog. Padahal, perkara itu bukan bagian dari tanggung jawab perusahaan pelat merah tersebut.
Bulog mencatat, ada sejumlah masalah yang dikaitkan dengan peran dan tugasnya sebagai lembaga pemerintah di sektor pangan itu. Selain sisa beras impor, perkara pengering gabah (dryer) di kalangan petani pun dikaitkan dengan Bulog.
Buwas menegaskan, pengering gabah bukan menjadi tugas dari Bulog, melainkan tanggung jawab Kementerian Pertanian (Kementan). Namun, perkara ini seolah-olah dikaitkan dengan posisi Bulog.
(fai)
Lihat Juga :