Satelit Satria-1 RI Bakal Meluncur di Pertengahan 2023

Senin, 05 April 2021 - 19:59 WIB
Foto/Kominfo.go.id
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bakal menerapkan sejumlah strategi dalam rangka mempercepat proses transformasi digital di Indonesia. Pembangun infrastruktur telekomunikasi informasi dan komunikasi (TIK), sinergisitas antar ekosistem digital, serta kolaborasi antara stakeholder menjadi langkah mutlak yang harus dilakukan dalam mempercepat proses digitalisasi di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan juga akan membangun dan menempatkan di slot orbit satu satelit High Troughput Satelite (HTS) Satria 1, dengan kapasitas 150 Gbps atau tiga kali lipat dari sembilan satelit yang saat ini digunakan Indonesia. ( Baca juga:Tahun 2025 Ekonomi Digital Indonesia Diramal Jadi Numero Uno di ASEAN )



"Kontrak satelit Satria 1, financial close sudah selesai. Saat ini, proses produksi satelit sedang berlangsung di Prancis dan proses produksi roket peluncur sedang berlangsung di AS. Kita harapkan program ini selesai dengan baik. Dan kuartal IV 2023 nanti, kita sudah mempunyai satu satelit besar untuk mendukung upaya telekomunikasi nasional kita,” tutur Johnny dalam video virtual, Senin (5/4/2021).

Dia melanjutkan, pemerintah juga akan membuat satu pusat data nasional global standar, dengan spesifikasi tier 4 dengan kapasitas 43.000 core dan 72 petabytes. Kehadiran pusat data nasional ini akan menggantikan 2.700 pusat data nasional yang saat ini dipakai secara nasional. Dan, saat ini ada 24.700 aplikasi yang tidak efisien atau tidak memenuhi standar global, atau hanya 3% di antaranya saja yang memenuhi standar global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!