Bahlil Cerita Masa Kecil untuk Dorong Mahasiswa di Kampungnya Jadi Pengusaha

Selasa, 06 April 2021 - 17:52 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia hadir menjadi pembicara pada kuliah umum di STP-STKIP Hatta Sjahrir di Banda Naira, Maluku, belum lama ini. Di hadapan 150 mahasiswa, Bahlil menceritakan bahwa dirinya lahir di Banda, Maluku, dan sempat menempuh sekolah dasar di Banda, sebelum akhirnya pindah ke Papua.

“44 tahun lalu, seorang bayi laki-laki lahir di Desa Gunung Api Utara, di Kampung Batu Angus. Bayi tersebut menyelesaikan sekolah dasar di Banda, lanjut ikut orang tua di Papua. Bertransformasi dari hidup susah, pernah menjadi kondektur dan sopir angkot, lalu bisa menjadi Ketua Umum HIPMI, yang baru kali itu berasal dari Timur. Kini, 44 tahun kemudian, dipercaya oleh Bapak Presiden untuk mengemban amanah menjadi Kepala BKPM. Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan,” jelas Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/4/2021).



Bahlil menjelaskan bahwa kualitas mahasiswa diuji dalam tiga hal, yaitu profesionalisme, intelektualitas, dan ilmuwan. Profesionalisme diukur dari kemampuan spesifik, yaitu dari ilmu yang ditekuni. Intelektualitas yaitu kemampuan untuk menguasai berbagai macam ilmu seperti politik, hukum, sosial, dan lainnya. Ilmuwan adalah memiliki tingkat kemampuan untuk mentransfer ilmu kepada orang lain. ( Baca juga:Kereta Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi Agustus, Segini Tarifnya )

“Profesionalisme, intelektualitas, dan ilmuwan itu dapat diraih jika mahasiswa betul-betul berpikir, bekerja, dan belajar. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang kutu buku saja, tapi harus aktif juga di organisasi. Ilmu negosiasi bisa didapatkan melalui organisasi, tidak diajarkan di kampus,” ucap Bahlil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!