Setengah Abad Askrindo, Hadir Semakin Nyata Bagi Negeri
Rabu, 07 April 2021 - 22:54 WIB
Tepat setengah abad PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengabdi bagi Indonesia, di tengah-tengah bangkitnya perekonomian sebagai dampak dari pandemic Covid-19. Foto/Dok
JAKARTA - Tepat setengah abad PT Asuransi Kredit Indonesia ( Askrindo ) mengabdi bagi Indonesia, di tengah-tengah bangkitnya perekonomian sebagai dampak dari pandemic Covid-19, yang berkepanjangan. Dalam usianya yang semakin matang, Askrindo memantapkan langkah hadir semakin nyata bagi negeri melalui pemberdayaan UMKM untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Erick Thohir Rombak Manajemen Askrindo, Ini Susunan Direksi Barunya
Direktur Utama Askrindo, Dedi Sunardi menjelaskan, selama perjalanan 50 tahun, Askrindo telah melalui perjalanan yang tidak mudah, dengan berbagai tantangan dan dinamika persaingan yang dijalankan secara sehat. Dalam usia emas, menjadi momen penting bagi perusahaan untuk sejenak melihat kebelakang agar bisa melangkah jauh ke depan dengan kinerja yang semakin baik dan penuh kehati-hatian.
"Manajemen terus berupaya melakukan transformasi budaya dan bisnis sebagai komitmen penerapan core values AKHLAK dalam aktivitas sehari-hari, dengan bekerja cerdas, fokus dan terarah sehingga Askrindo menjadi perusahaan terkemuka dan terpercaya dalam industri perasuransian di Indonesia," ujar Dedi Sunardi saat Ulang Tahun Askrindo ke-50 yang dirayakan secara virtual beserta seluruh pegawai di Indonesia.
Anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) ini menilai, tahun ini adalah momentum bagi perseroan untuk bangkit dan memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia saat perekonomian membutuhkan dorongan dari berbagai pihak dan sektor. Manajemen menilai dengan aktivitas perekonomian yang beranjak pulih, pada tahun ini Askrindo akan mampu membukukan laba sebelum pajak sekitar Rp 912 miliar, dengan pendapatan underwriting diperkirakan sebesar Rp 4,1 triliun.
Asisten Deputi bidang Asuransi dan Jasa lainnya Kementerian BUMN, Anindita Eka Wibisono menyatakan, sejarah mencatat komitmen dan kontribusi Askrindo dalam pengembangan ekonomi Indonesia melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dimulai sejak 2007 hingga saat ini, asuransi umum dan tidak ketinggalan Askrindo juga berpartisipasi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasiona (PEN) yang telah dimulai sejak pertengahan tahun lalu hingga saat ini.
Baca Juga: Erick Thohir Rombak Manajemen Askrindo, Ini Susunan Direksi Barunya
Direktur Utama Askrindo, Dedi Sunardi menjelaskan, selama perjalanan 50 tahun, Askrindo telah melalui perjalanan yang tidak mudah, dengan berbagai tantangan dan dinamika persaingan yang dijalankan secara sehat. Dalam usia emas, menjadi momen penting bagi perusahaan untuk sejenak melihat kebelakang agar bisa melangkah jauh ke depan dengan kinerja yang semakin baik dan penuh kehati-hatian.
"Manajemen terus berupaya melakukan transformasi budaya dan bisnis sebagai komitmen penerapan core values AKHLAK dalam aktivitas sehari-hari, dengan bekerja cerdas, fokus dan terarah sehingga Askrindo menjadi perusahaan terkemuka dan terpercaya dalam industri perasuransian di Indonesia," ujar Dedi Sunardi saat Ulang Tahun Askrindo ke-50 yang dirayakan secara virtual beserta seluruh pegawai di Indonesia.
Anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) ini menilai, tahun ini adalah momentum bagi perseroan untuk bangkit dan memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia saat perekonomian membutuhkan dorongan dari berbagai pihak dan sektor. Manajemen menilai dengan aktivitas perekonomian yang beranjak pulih, pada tahun ini Askrindo akan mampu membukukan laba sebelum pajak sekitar Rp 912 miliar, dengan pendapatan underwriting diperkirakan sebesar Rp 4,1 triliun.
Asisten Deputi bidang Asuransi dan Jasa lainnya Kementerian BUMN, Anindita Eka Wibisono menyatakan, sejarah mencatat komitmen dan kontribusi Askrindo dalam pengembangan ekonomi Indonesia melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dimulai sejak 2007 hingga saat ini, asuransi umum dan tidak ketinggalan Askrindo juga berpartisipasi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasiona (PEN) yang telah dimulai sejak pertengahan tahun lalu hingga saat ini.
Lihat Juga :