Berhak Kelola Listrik di Blok Rokan, PLN Siap Nego Wajar dengan Chevron
Kamis, 08 April 2021 - 19:35 WIB
PLN, imbuh dia, juga siap secara bernegosiasi dengan Chveron secara business to business terkait pembangkit di Blok Rokan. "Masalah B2B, yes we do, tentu saja ini harus dilandasi dengan fairness. Yang ditawarkan itu harus sesuatu yang wajar," tegas Bob. Baca Juga: Pakar Hukum: Transisi Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina Jangan Menyisakan Masalah
Dia menegaskan, PLN sanggup mengelola pembangkit CSL di Rokan. Apalagi PLN terbiasa menggunakan teknologi apapun untuk pembangkit. "Seperti PLTGU di Tanjung Priok dan Muara Karang, itu mesinnya sama seperti di Rokan," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas Fataryani Abdurahman mengatakan, SKK Migas telah mengirimkan surat ke Chevron perihal pembangkit di Rokan. "Kami bilang bahwa keuntungannya sudah banyak, selama 20 tahun kalian (CPI) sudah dapat. Tapi kadang-kadang kita lupa bahwa mereka juga me-maintenance," ujarnya.
Sementara, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Hulu Energi John Simamora mengatakan, pihaknya sudah merasa tepat mempercayakan pasokan listrik Blok Rokan ke PLN. Karena itu, Pertamina dan PLN telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (SPJBTLU) pada tanggal 1 Februari 2021.
John menambahkan Pertamina akan bekerja keras untuk melakukan proses transisi Blok Rokan, apalagi Rokan merupakan blok alih kelola yang paling besar. "Ini contoh baik bagaimana ekosistem BUMN saling bekerja sama dengan baik, sinergi BUMN untuk menciptakan nilai paling maksimal untuk negara," tegas John.
Dia menegaskan, PLN sanggup mengelola pembangkit CSL di Rokan. Apalagi PLN terbiasa menggunakan teknologi apapun untuk pembangkit. "Seperti PLTGU di Tanjung Priok dan Muara Karang, itu mesinnya sama seperti di Rokan," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas Fataryani Abdurahman mengatakan, SKK Migas telah mengirimkan surat ke Chevron perihal pembangkit di Rokan. "Kami bilang bahwa keuntungannya sudah banyak, selama 20 tahun kalian (CPI) sudah dapat. Tapi kadang-kadang kita lupa bahwa mereka juga me-maintenance," ujarnya.
Sementara, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Hulu Energi John Simamora mengatakan, pihaknya sudah merasa tepat mempercayakan pasokan listrik Blok Rokan ke PLN. Karena itu, Pertamina dan PLN telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (SPJBTLU) pada tanggal 1 Februari 2021.
John menambahkan Pertamina akan bekerja keras untuk melakukan proses transisi Blok Rokan, apalagi Rokan merupakan blok alih kelola yang paling besar. "Ini contoh baik bagaimana ekosistem BUMN saling bekerja sama dengan baik, sinergi BUMN untuk menciptakan nilai paling maksimal untuk negara," tegas John.
(fai)
Lihat Juga :