Kinerja Emiten Pengolah Makanan Beku Cemerlang Saat Pandemi, Raup Laba USD10,2 Juta
Selasa, 13 April 2021 - 17:32 WIB
Pertumbuhan penjualan ini juga berdampak pada meningkatnya Laba Kotor Perseroan pada 2020 menjadi USD 35,3 juta, meningkat sebesar 20% dari Laba Kotor 2019 sebesar USD 29,4 juta. Hal ini disebabkan oleh strategi penjualan Perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan varian Value Added yang memiliki profitabilitas lebih baik dibandingkan produk lainnya.
“Marjin laba kotor kita meningkat dari 20,6% menjadi 20,7%, sejalan dengan strategi kami untuk meningkatkan penjualan produk Value Added, mulai tahun 2020. Hal ini akan terus kami pertahankan pada tahun 2021, untuk terus meningkatkan profitabilitas Perseroan ke depannya,” jelas Martinus di Jakarta.
Selanjutnya, Laba Bersih Perseroan mencapai USD10,2 juta. Pencapaian ini meningkat signifikan sebesar 78,3% dari Laba Bersih Perseroan pada tahun 2019 sebesar USD 5,7 juta.
Di sisi lain, total liabilitas PMMP berhasil turun menjadi USD 183 juta pada akhir 2020 dari posisi akhir 2019 sebesar USD 191 juta yang disebabkan oleh menurunnnya utiisasi hutang bank jangka pendek Perseroan dari USD157 juta menjadi USD 149 juta dan hutang bank jangka panjang Perseroan dari USD6,3 juta menjadi USD 3,9 juta.
"Tahun lalu, kami mampu menurunkan hutang bank jangka pendek kami, yang disebabkan dengan meningkatnya penjualan, profitabilitas dan efisiensi operasional Perseroan,” ujar Martinus.
“Marjin laba kotor kita meningkat dari 20,6% menjadi 20,7%, sejalan dengan strategi kami untuk meningkatkan penjualan produk Value Added, mulai tahun 2020. Hal ini akan terus kami pertahankan pada tahun 2021, untuk terus meningkatkan profitabilitas Perseroan ke depannya,” jelas Martinus di Jakarta.
Selanjutnya, Laba Bersih Perseroan mencapai USD10,2 juta. Pencapaian ini meningkat signifikan sebesar 78,3% dari Laba Bersih Perseroan pada tahun 2019 sebesar USD 5,7 juta.
Di sisi lain, total liabilitas PMMP berhasil turun menjadi USD 183 juta pada akhir 2020 dari posisi akhir 2019 sebesar USD 191 juta yang disebabkan oleh menurunnnya utiisasi hutang bank jangka pendek Perseroan dari USD157 juta menjadi USD 149 juta dan hutang bank jangka panjang Perseroan dari USD6,3 juta menjadi USD 3,9 juta.
"Tahun lalu, kami mampu menurunkan hutang bank jangka pendek kami, yang disebabkan dengan meningkatnya penjualan, profitabilitas dan efisiensi operasional Perseroan,” ujar Martinus.
Lihat Juga :