Ini 'Kenikmatan' Minyak Jelantah Jika Dijadikan Biodiesel
Minggu, 18 April 2021 - 08:30 WIB
“Meski amat menjanjikan, bisnis pengolahan jelantah jadi biodiesel masih memiliki banyak tantangan, antara lain dalam teknologi pengolahan dan proses pengumpulan minyak jelantah," kata dia.
Menurutnya, minyak goreng yang dipanaskan berulang dan minyak jelantah yang dijernihkan lalu dipakai lagi, berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, ginjal, dan stroke. ( Baca juga:Prajurit TNI Gabung KKB, Komnas HAM Minta Kedepankan Pendekatan Dialog di Papua )
"Berdasarkan penelitian, dari 16,2 juta kiloliter konsumsi minyak goreng (minyak sawit), hanya 3 juta kiloliter minyak jelantah yang mampu dikumpulkan di tahun 2019. 2,43 juta kiloliter di antaranya didaur ulang untuk dikonsumsi kembali. Ini bahaya,” ucapnya.
Ricky menuturkan, sejumlah pengusaha biodiesel di berbagai kota mempekerjakan masyarakat lokal untuk mengolah dan menjual produk olahan jelantah, sehingga dia melihat bahwa usaha ini mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Menurutnya, minyak goreng yang dipanaskan berulang dan minyak jelantah yang dijernihkan lalu dipakai lagi, berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, ginjal, dan stroke. ( Baca juga:Prajurit TNI Gabung KKB, Komnas HAM Minta Kedepankan Pendekatan Dialog di Papua )
"Berdasarkan penelitian, dari 16,2 juta kiloliter konsumsi minyak goreng (minyak sawit), hanya 3 juta kiloliter minyak jelantah yang mampu dikumpulkan di tahun 2019. 2,43 juta kiloliter di antaranya didaur ulang untuk dikonsumsi kembali. Ini bahaya,” ucapnya.
Ricky menuturkan, sejumlah pengusaha biodiesel di berbagai kota mempekerjakan masyarakat lokal untuk mengolah dan menjual produk olahan jelantah, sehingga dia melihat bahwa usaha ini mampu menyerap banyak tenaga kerja.
(uka)
Lihat Juga :