Mengintip Persiapan Erick Thohir Beli Peternakan Sapi di Belgia
Rabu, 28 April 2021 - 23:00 WIB
Merespons keinginan itu, ia telah melakukan survey ke lokasi kandang sapi standard impor milik RNI yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat. Kandang Sapi tersebut dipersiapkan untuk penggemukan sapi guna mendukung peningkatan pasokan daging nasional. “Kami persiapkan lahan dan fasilitas kandang untuk penggemukan sapi yang akan dijalankan melalui sinergi dengan BUMN Peternakan PT Berdikari, dimana produk hilirnya berupa daging sapi akan didistribusikan oleh PT PPI dan BGR Logistic ke pasar-pasar tradisional,” ungkapnya.
Arief menambahkan, upaya transformasi pangan daging ini juga mempertimbangkan kajian mengenai kualitas dan nilai keekonomian produk. Dari negara mana pun asal sapinya, baik itu dari Belgia, Australia, Brazil atau negara lainnya yang paling penting adalah kualitas sapinya sehat, halal, bebas penyakit kuku dan mulut serta harga bagus. “Untuk Pengusaha, sangat sederhana. Bila kualitas barang baik, harga baik, ada profit baik, pasti Pengusaha akan jalankan,”kata Arief.
Lebih lanjut Arief mengatakan upaya transformasi pangan ini melalui pendekatan industri, kebijakan usaha dari pemerintah atau political will sangat penting dan tujuannya semua sama yaitu untuk terobosan baru industri peternakan sapi di Indonesia. Sementara itu, Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara menambahkan bahwa untuk menjajaki kemungkinan pengembangan kerjasama dengan Belgia, PT Berdikari telah merangkul para peneliti, stakeholders agar nantinya dapat transfer of knowledge dari negara terkait dan nantinya Indonesia semakin cepat dalam memiliki manajemen dan teknologi peternakan yang maju.
Baca Juga: Kapan THR 2021 PNS & Karyawan Swasta Cair? Ini Jawabannya
Harry menambahkan bahwa Penjajakan ini merupakan komitmen Berdikari sebagai BUMN pangan dalam kontribusinya sebagai buffer stock pangan khususnya daging bagi masyarakat. “Sebagaimana komitmen Berdikari sebagai anggota dari Klaster BUMN Pangan untuk mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional," pungkasnya.
Arief menambahkan, upaya transformasi pangan daging ini juga mempertimbangkan kajian mengenai kualitas dan nilai keekonomian produk. Dari negara mana pun asal sapinya, baik itu dari Belgia, Australia, Brazil atau negara lainnya yang paling penting adalah kualitas sapinya sehat, halal, bebas penyakit kuku dan mulut serta harga bagus. “Untuk Pengusaha, sangat sederhana. Bila kualitas barang baik, harga baik, ada profit baik, pasti Pengusaha akan jalankan,”kata Arief.
Lebih lanjut Arief mengatakan upaya transformasi pangan ini melalui pendekatan industri, kebijakan usaha dari pemerintah atau political will sangat penting dan tujuannya semua sama yaitu untuk terobosan baru industri peternakan sapi di Indonesia. Sementara itu, Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara menambahkan bahwa untuk menjajaki kemungkinan pengembangan kerjasama dengan Belgia, PT Berdikari telah merangkul para peneliti, stakeholders agar nantinya dapat transfer of knowledge dari negara terkait dan nantinya Indonesia semakin cepat dalam memiliki manajemen dan teknologi peternakan yang maju.
Baca Juga: Kapan THR 2021 PNS & Karyawan Swasta Cair? Ini Jawabannya
Harry menambahkan bahwa Penjajakan ini merupakan komitmen Berdikari sebagai BUMN pangan dalam kontribusinya sebagai buffer stock pangan khususnya daging bagi masyarakat. “Sebagaimana komitmen Berdikari sebagai anggota dari Klaster BUMN Pangan untuk mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :