Dampak Dua Sisi Pandemi Terhadap Sektor Ketenagakerjaan

Kamis, 29 April 2021 - 23:22 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pandemi Covid-19 terbukti telah meluluhlantakkan perekonomian hampir seluruh negara di dunia. Tak terkecuali juga di Indonesia, yang kinerja perekonomiannya tercatat mengalami resesi pada tahun 2020 lalu.

Kondisi itu tentu berhubungan langsung dengan iklim ketenagakerjaan Tanah Air. Tingkat pengangguran terbuka di sepanjang pandemi melonjak signifikan menjadi 7,07%, dengan sedikitnya 29,12 juta masyarakat terdampak langsung dengan adanya pandemi.



Baca juga:Oh My God! Kekayaan Jeff Bezos Hampir Tembus Rp3.000 Triliun

Namun di tengah tekanan yang terjadi, gelombang baru revolusi terjadi ditandai dengan makin gencarnya penggunaan teknologi digital yang mengarah pada otomasi dan pertukaran digital secara cepat dan bahkan realtime di segala aspek.

“Kita bisa lihat sekarang dunia kini lebih banyak ‘digerakkan’ oleh internet of things (IoT), artificial intelligence (AI) dan juga Big Data. (Perubahan) Ini menjadikan pekerjaan hari ini menjadi sangat fleksibel, baik dari segi waktu maupun tempat. Kerja tidak lagi harus dikerjakan di kantor dan di jam-jam kerja yang telah ditentukan. Kerja kini bisa di mana saja dan kapan saja,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah , dalam keynote speech yang disampaikannya sebagai pembuka acara Penghargaan Indonesia Human Resource Awards 2021, Kamis (29/4/2021).

Tak sekadar membuat proses kerja menjadi lebih fleksibel, menurut Ida, gelombang perubahan yang terjadi juga memantik disrupsi dalam dunia industri dan juga menciptakan tatanan baru dalam dunia kerja. Perekonomian dunia secara bertahap bergerak dari old economy ke arah new economy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!