Gara-Gara Covid-19, Target Lifting Migas Tahun Ini Bisa Tak Tercapai
Minggu, 19 April 2020 - 17:48 WIB
Dwi menjelaskan, turunnya proyeksi lifting migas tahun ini disebabkan seluruh kegiatan hulu migas tersendat karena terus meluasnya wabah di sejumlah wilayah di Indonesia sehingga berpengaruh terhadap operasional dan pelaksanaan proyek. Pihaknya menandaskan pembatasan pergerakan membuat transportasi material dan inspeksi peralatan menjadi lebih lama.
Tidak hanya itu, produktivitas tenaga ahli dan tenaga kerja konstruksi juga terganggu karena pergerakannya menjadi terbatas. Selain itu, pengurusan perizinan juga lebih lama karena harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan.
Bahkan aktivitas operasional seperti planned shutdown, pengeboran, kerja ulang dan perawatan sumur juga mengalami penundaan. Sejumlah proyek hulu migas yang mengalami penundaan misalnya Proyek Marakes mundur dari September 2020 menjadi tahun 2021 karena pengadaan barang dan tenaga penunjang dari Eni di Italia terhambat. "Penyerapan gas oleh para pembeli juga berkurang akibat menurunnya permintaan," tandasnya.
Tidak hanya itu, produktivitas tenaga ahli dan tenaga kerja konstruksi juga terganggu karena pergerakannya menjadi terbatas. Selain itu, pengurusan perizinan juga lebih lama karena harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan.
Bahkan aktivitas operasional seperti planned shutdown, pengeboran, kerja ulang dan perawatan sumur juga mengalami penundaan. Sejumlah proyek hulu migas yang mengalami penundaan misalnya Proyek Marakes mundur dari September 2020 menjadi tahun 2021 karena pengadaan barang dan tenaga penunjang dari Eni di Italia terhambat. "Penyerapan gas oleh para pembeli juga berkurang akibat menurunnya permintaan," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :