Banyak Negara Digembok, Penjualan Ritel Online Global Melesat 19%
Senin, 03 Mei 2021 - 16:15 WIB
Laporan tersebut menyebutkan, pandemi menyebabkan keuntungan beragam bagi perusahaan e-commerce B2C terkemuka pada tahun 2020. Data untuk 13 perusahaan e-commerce teratas, 11 di antaranya berasal dari China dan Amerika Serikat, menunjukkan pembalikan keuntungan yang signifikan untuk perusahaan platform yang menawarkan layanan seperti ride hailing dan travel, yang mengalami penurunan tajam dalam volume barang dagangan kotor (GMV).
"Misalnya, Expedia turun dari peringkat ke-5 pada peringkat 2019 menjadi peringkat 11 pada 2020, Booking Holdings turun dari peringkat ke-6 menjadi peringkat ke-12 dan Airbnb, yang meluncurkan penawaran umum perdana pada 2020, turun dari peringkat 11 ke peringkat 13,” katanya.
Baca Juga: Jual 11 Pesawatnya, Singapore Airlines Megap-Megap?
Alibaba dari China tetap berada di peringkat teratas, diikuti Amazon di Amerika Serikat. Meskipun terjadi penurunan pada perusahaan jasa, total GMV untuk 13 perusahaan e-commerce B2C teratas naik 20,5% menjadi US$ 2,9 triliun pada tahun 2020, melampaui kenaikan 17,9% pada tahun 2019.
"Misalnya, Expedia turun dari peringkat ke-5 pada peringkat 2019 menjadi peringkat 11 pada 2020, Booking Holdings turun dari peringkat ke-6 menjadi peringkat ke-12 dan Airbnb, yang meluncurkan penawaran umum perdana pada 2020, turun dari peringkat 11 ke peringkat 13,” katanya.
Baca Juga: Jual 11 Pesawatnya, Singapore Airlines Megap-Megap?
Alibaba dari China tetap berada di peringkat teratas, diikuti Amazon di Amerika Serikat. Meskipun terjadi penurunan pada perusahaan jasa, total GMV untuk 13 perusahaan e-commerce B2C teratas naik 20,5% menjadi US$ 2,9 triliun pada tahun 2020, melampaui kenaikan 17,9% pada tahun 2019.
(nng)
Lihat Juga :