Pertemuan Bank Sentral dan Data Ekonomi AS Bikin Rupiah Melemah
Senin, 03 Mei 2021 - 17:40 WIB
"Sementara itu, Presiden Dallas Federal Reserve Bank Robert Kaplan pada hari Jumat menyarankan untuk mengurangi dukungan bank sentral untuk ekonomi atas kekhawatiran ketidakseimbangan di pasar keuangan, dibandingkan dengan sikap dovish Fed saat ini," jelasnya.
Dari dalam negeri, meski saat ini kasus Covid-19 di Indonesia cukup terkendali, namun masyarakat harus tetap waspada tentang kejadian yang saat ini berlangsung di India agar tak menimpa Indonesia.
Baca juga:Bisa Rebut Scudetto, Conte Mengaku Sempat Ragu Jadi Pelatih Inter Milan
"India saat ini mencatatkan rata-rata kasus harian melampaui 300 ribu kasus. Kalau Indonesia sampai terjadi seperti India pasti aktivitas akan terpaksa dibatasi. Jika kasus harian mencapai 300 ribu, tidak ada pilihan lain karena ini pasti menimbulkan drama kemanusiaan," tandasnya.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.440-Rp14.480.
Dari dalam negeri, meski saat ini kasus Covid-19 di Indonesia cukup terkendali, namun masyarakat harus tetap waspada tentang kejadian yang saat ini berlangsung di India agar tak menimpa Indonesia.
Baca juga:Bisa Rebut Scudetto, Conte Mengaku Sempat Ragu Jadi Pelatih Inter Milan
"India saat ini mencatatkan rata-rata kasus harian melampaui 300 ribu kasus. Kalau Indonesia sampai terjadi seperti India pasti aktivitas akan terpaksa dibatasi. Jika kasus harian mencapai 300 ribu, tidak ada pilihan lain karena ini pasti menimbulkan drama kemanusiaan," tandasnya.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.440-Rp14.480.
(uka)
Lihat Juga :