Analis: Perbaikan Ekonomi Nasional Bisa Kerek Harga SBN
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:16 WIB
Baca juga: Minus di Kuartal I, Pejabat Kemenkeu Optimistis Ekonomi Akan Meroket hingga 8% di Kuartal II
Dhian juga memprediksi kondisi makroekonomi global, khususnya yang dipicu kekhawatiran inflasi di AS, sempat memicu kenaikan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury), menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan menaikkan indikator risiko Indonesia (CDS).
“Namun, Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter mengingat dua hal utama yaitu inflasi domestik yang masih rendah serta terkendalinya defisit neraca berjalan,” ungkapnya.
Dhian juga memprediksi kondisi makroekonomi global, khususnya yang dipicu kekhawatiran inflasi di AS, sempat memicu kenaikan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury), menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan menaikkan indikator risiko Indonesia (CDS).
“Namun, Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter mengingat dua hal utama yaitu inflasi domestik yang masih rendah serta terkendalinya defisit neraca berjalan,” ungkapnya.
(ind)
Lihat Juga :