Incar pasar milenial, Sinar Mas Land Gunakan Solusi SAP Customer Experience
Jum'at, 07 Mei 2021 - 01:31 WIB
Pada tahun 2020 yang penuh dengan tantangan, Sinar Mas Land mampu menjual 3.100 unit properti, yang terdiri dari segmen residensial atau rumah tapak/ landed house (65%) dan sisanya segmen komersial termasuk apartemen/strata title, ruko dan kaveling tanah. Untuk tahun 2021, pengembang memasang angka 8% untuk target pertumbuhan sales mereka.
Chief Transformation Officer Sinar Mas Land, Mulyawan Gani, menjelaskan bahwa Sinar Mas Land melakukan perencanaan produk sesuai dengan aspirasi konsumen.
“Untuk mendapatkan hasil yang optimal, kami sangat terbantu dengan kumpulan data yang diberikan konsumen sehingga kami dapat mendesain produk yang relevan dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Jika kita bisa mengenal konsumen kita dengan lebih baik, kita bisa membuka peluang yang lebih besar dan terus terhubung dengan mereka serta memahami preferensi mereka,” ujar Mulyawan Gani dalam keterangan resminya, Kamis (6/5/2021).
Mulyawan Gani menjelaskan bahwa di dunia yang saling terhubung (connected) saat ini, ada beberapa tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan. Pertama, proses bisnis pengembangan properti yang kompleks.
Diperlukan sebuah platform pelibatan konsumen secara end-to-end yang memungkinkan mereka untuk memiliki pengalaman yang dipersonalisasi di seluruh perjalanan konsumen, mulai dari pencarian properti, survei lokasi, melakukan pendaftaran, memesan appointments dengan agen penjualan dan after-sales service.
Kedua, identitas jamak konsumen. Calon pembeli properti saat ini menggunakan berbagai macam channel dan memiliki preferensi yang beraneka ragam dalam interaksinya dengan pengembang. Hal ini mengakibatkan pengembang untuk memperoleh banyak data yang bisa dikumpulkan namun juga memiliki tantangan sendiri dalam mengolah data tersebut. Kemampuan pengembang untuk mengetahui calon konsumen menjadi sangat penting.
Chief Transformation Officer Sinar Mas Land, Mulyawan Gani, menjelaskan bahwa Sinar Mas Land melakukan perencanaan produk sesuai dengan aspirasi konsumen.
“Untuk mendapatkan hasil yang optimal, kami sangat terbantu dengan kumpulan data yang diberikan konsumen sehingga kami dapat mendesain produk yang relevan dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Jika kita bisa mengenal konsumen kita dengan lebih baik, kita bisa membuka peluang yang lebih besar dan terus terhubung dengan mereka serta memahami preferensi mereka,” ujar Mulyawan Gani dalam keterangan resminya, Kamis (6/5/2021).
Mulyawan Gani menjelaskan bahwa di dunia yang saling terhubung (connected) saat ini, ada beberapa tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan. Pertama, proses bisnis pengembangan properti yang kompleks.
Diperlukan sebuah platform pelibatan konsumen secara end-to-end yang memungkinkan mereka untuk memiliki pengalaman yang dipersonalisasi di seluruh perjalanan konsumen, mulai dari pencarian properti, survei lokasi, melakukan pendaftaran, memesan appointments dengan agen penjualan dan after-sales service.
Kedua, identitas jamak konsumen. Calon pembeli properti saat ini menggunakan berbagai macam channel dan memiliki preferensi yang beraneka ragam dalam interaksinya dengan pengembang. Hal ini mengakibatkan pengembang untuk memperoleh banyak data yang bisa dikumpulkan namun juga memiliki tantangan sendiri dalam mengolah data tersebut. Kemampuan pengembang untuk mengetahui calon konsumen menjadi sangat penting.
Lihat Juga :