Banyak Tol Mau Dijual, Indef Ungkap Dua Kekeliruan Besar

Senin, 10 Mei 2021 - 10:26 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengungkap hasil kajian lembaganya yang menyatakan dua kekeliruan besar dalam pembangunan jalan tol di Indonesia. Pertama, terletak pada tidak terintegrasinya pembangunan jalan tol dengan penurunan biaya logistik.

Menurut Bhima, biaya logistik hanya menurun kurang dari 2% atau menjadi 23,5% dari produk domestik bruto (PDB) saja. Bahkan, tercatat mahal jika dibanding negara di ASEAN. Persoalan ini memang diakui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Secara gamblang, Kepala Negara menegaskan, biaya logistik jalan tol di dalam negeri masih sangat mahal, sekitar 24% dari PDB.



Baca juga:Jelang Lebaran, Harga Emas Asyik Rebahan

Kekeliruan kedua adalah integrasi jalan tol dengan kawasan industri yang dinilai tidak sejalan. Padahal, fungsi tol harusnya dominan untuk angkutan logistik di kawasan industri. Dari sisi ekonomi, jalan tol yang dibangun itu akan mempermudah akses ke bandara, pelabuhan, destinasi wisata, hingga pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!