Dikuasai Militer, Investasi USD2,8 M Masih Mengucur ke Myanmar

Senin, 10 Mei 2021 - 12:37 WIB
"Selain pembangkit listrik untuk menghasilkan tenaga untuk kebutuhan lokal, proyek lain yang disetujui termasuk untuk peternakan, manufaktur dan sektor jasa," kata pernyataan itu.

Baca Juga: Mendag Minta Maaf soal Bipang, Politikus PPP: Maafkan dan Case Closed!

Tidak ada rincian perusahaan di balik proyek tersebut atau dari negara mana mereka berasal. Investor terbesar di Myanmar dalam beberapa tahun terakhir adalah China, Singapura dan Thailand, meskipun sebagian besar investasi dari Singapura telah disalurkan dari tempat lain.

Sebagian besar tenaga listrik Myanmar saat ini dihasilkan dari proyek pembangkit listrik tenaga air, tetapi LNG dipandang semakin penting bagi negara yang ekonominya telah berkembang pesat selama satu dekade reformasi demokrasi, yang menyebabkan pasokan listrik yang tidak menentu.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!