Dikepung Pandemi, Industri Reksa Dana Tetap Sakti

Selasa, 11 Mei 2021 - 12:14 WIB
Kenaikan investor juga terjadi pada instrumen reksa dana. Berdasarkan data KSEI, jika pada akhir Desember 2020 jumlah investor reksa dana mencapai 3,18 juta, maka pada akhir Maret 2021 jumlahnya naik mencapai 4,17 juta atau ada pertumbuhan 31,13%.

Tentu bukan jumlah yang sedikit ditengah situasi pandemi saat ini. Hal ini menandakan minat investor terhadap investasi di reksa dana masih cukup tinggi.

Menurut CEO Star Mercato Capitale yang juga Co-Founder & Managing Director Tanamduit Rini Hapsari, pasar reksa dana terus bertumbuh dalam lima tahun terakhir. Ditambah semakin pesat dengan kehadiran para Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Online atau marketplace reksa dana seperti Bibit dan Bareksa.

Baca juga:2021 Bisa Jadi Momen Tepat Kembali Berinvestasi di Reksa Dana Berbasis Saham

Di tahun 2016, jumlah pemegang akun reksa dana tidak sampai 450.000 nasabah. Saat itu memang marketplace reksa dana online memang baru mulai, dan belum running. Sementara di akhir Desember 2020 kemarin jumlah investor reksa dana itu sebanyak 3,1 juta.

"Kita lihat tentu kontribusi terbesar berasal dari Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Online, yang menjual reksa dana dengan lisensi OJK,” ujar Rini kepada MNC Portal di Jakarta, baru-baru ini.

Pertumbuhan investor reksa dana yang tumbuh signifikan juga dialami oleh Bibit sebuah startup aplikasi investasi reksa dana. CEO Bibit Sigit Kouwagam mengatakan, dalam dua tahun terakhir investor reksa dana di Bibit meningkat signifikan, bahkan kini bisa menjadi market leader. “Hal ini dikarenakan selain faktor bisnis model yang unik, kemunculan Bibit waktunya tepat sekali,” jelas Sigit.

Menurut dia, ada tiga alasan mengenai perihal timing ini. Pertama, Bibit muncul di saat disrupsi digital berlangsung begitu massif di semua sektor, termasuk industri jasa keuangan. Disrupsi memaksa pelaku bisnis untuk cepat beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen. Di sisi lain, konsumen semakin terbiasa dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari menggunakan teknologi. Termasuk kebutuhan berinvestasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!