Libas Thailand, RI Berpeluang Jadi Hub Industri Kendaraan Listrik di ASEAN

Kamis, 20 Mei 2021 - 23:49 WIB
Pada tahun 2019 belum ada yang terjual, namun pada tahun 2020 mulai bergerak dari Januari-November 2020 sebanyak 290 unit. "Dengan perkembangan ekonomi yang lebih baik maka otomatis permintaan akan meningkat lebih besar lagi," ucapnya.

Agus menyebut tantangan pengembangan kendaraan listrik selain baterai adalah harga yang belum mampu bersaing. Di sisi lain, kendaraan listrik juga akan mempengaruhi nilai pasok otomotif. Baterai akan menjadi komponen paling berharga dalam kendaraan berbasis listrik.

Baca juga: RI Butuh 758.693 Ton Baterai untuk Mobil dan Motor Listrik

Pemain otomotif terkemuka kemungkinan besar bisa kehilangan daya saingnya karena transformasi rantai pasok kendaraan listrik ini. "Banyak industri yang hilang tergantikan komponen baru. Jadi, ini perubahan yang cukup signifikan. Apalagi harga, sehingga ini yang sebenarnya harus dipecahkan agar mereka bisa mendekati dan bisa bersaing secara apple to apple," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!