Data Peserta BPJS Bocor, Dampaknya Bisa Meluas di Banyak Sektor
Senin, 24 Mei 2021 - 14:14 WIB
Sebagai institusi publik, BPJS Kesehatan mengelola data yang relatif rinci. Hal itu menyangkut dengan tugas pelayanan BPJS Kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia. Sebagai informasi, saat ini jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mencapai 222,4 juta orang atau sekitar 82,37% dari jumlah penduduk Indonesia.
Adapun data-data yang dikelola BPJS Kesehatan diantaranya nama, alamat, tempat tanggal lahir, NIK, nama keluarga dalam satu KK, upah bagi peserta penerima upah, nomor rekening peserta bukan penerima upah, hingga sidik jari.
Tak hanya itu, BPJS Kesehatan pun mengelola data kesehatan peserta JKN maupun fasilitas Kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan baik dari masyarakat sipil maupun militer. Timboel mencatat, data tersebut sangat konfidensial yang harus dijaga agar tidak berpindah ke pihak lain.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan investigasi perihal sumber kebocoran data tersebut. Langkah itu menyusul adanya klaim pihak luar yang menyebut memiliki data 279 juta penduduk Indonesia.
Baca juga: Pengamat Tegaskan Kebocoran Data Bukan Hal Tabu
Adapun data-data yang dikelola BPJS Kesehatan diantaranya nama, alamat, tempat tanggal lahir, NIK, nama keluarga dalam satu KK, upah bagi peserta penerima upah, nomor rekening peserta bukan penerima upah, hingga sidik jari.
Tak hanya itu, BPJS Kesehatan pun mengelola data kesehatan peserta JKN maupun fasilitas Kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan baik dari masyarakat sipil maupun militer. Timboel mencatat, data tersebut sangat konfidensial yang harus dijaga agar tidak berpindah ke pihak lain.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan investigasi perihal sumber kebocoran data tersebut. Langkah itu menyusul adanya klaim pihak luar yang menyebut memiliki data 279 juta penduduk Indonesia.
Baca juga: Pengamat Tegaskan Kebocoran Data Bukan Hal Tabu
Lihat Juga :