Siap-Siap! 'Drama' Kenaikan Harga Tahu Tempe Bakal Tayang Lagi Tahun Ini
Kamis, 27 Mei 2021 - 14:26 WIB
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin menjelaskan sistem perdagangan kedelai yang dianut oleh Indonesia adalah sistem perdagangan bebas, layaknya pasar global. Tak pelak, harga kedelai yang diterima di Indonesia bisa melompat secara tiba-tiba, seperti yang terjadi pada tahun awal dan pertengahan 2020, ketika itu harga kedelai Rp7.000 lalu berubah menjadi Rp8.500 di akhir tahun.
Aip menganjurkan, pemerintah perlu melakukan operasi pasar kepada produsen tempe dan tahu Indonesia melalui Kementerian Pertanian. Harga yang dipatok diusahakan landing dijual kepada distributor tempe tahu sebesar Rp8.500.
Baca juga:BNPT Lakukan Ini agar Propaganda KKB Tidak Didukung Masyarakat Papua
Dari naiknya harga tahu tempe, menyebabkan kerugian dari berbagai pihak. Aip menegaskan, pengrajin tahu tempe dari 160 ribu pabrik rumahanlah yang paling terpuruk. Sebab, dari 3 juta ton konsumsi kedelai tiap tahun, 99% dipakai untuk membuat tempe dan tahu.
Lanjutnya, Gakoptindo juga mendesak pemerintah untuk membantu para pengrajin tahu tempe dengan menaikkan harga sehingga nasib hidup petani dapat sejahtera. Ke depannya, Gakoptindo mengusulkan dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, pemerintah harus meningkatkan produksi kedelai lokal serta mencari bibit unggul supaya produksi kedelai bisa meningkat dibandingkan dengan kedelai impor.
Aip menganjurkan, pemerintah perlu melakukan operasi pasar kepada produsen tempe dan tahu Indonesia melalui Kementerian Pertanian. Harga yang dipatok diusahakan landing dijual kepada distributor tempe tahu sebesar Rp8.500.
Baca juga:BNPT Lakukan Ini agar Propaganda KKB Tidak Didukung Masyarakat Papua
Dari naiknya harga tahu tempe, menyebabkan kerugian dari berbagai pihak. Aip menegaskan, pengrajin tahu tempe dari 160 ribu pabrik rumahanlah yang paling terpuruk. Sebab, dari 3 juta ton konsumsi kedelai tiap tahun, 99% dipakai untuk membuat tempe dan tahu.
Lanjutnya, Gakoptindo juga mendesak pemerintah untuk membantu para pengrajin tahu tempe dengan menaikkan harga sehingga nasib hidup petani dapat sejahtera. Ke depannya, Gakoptindo mengusulkan dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, pemerintah harus meningkatkan produksi kedelai lokal serta mencari bibit unggul supaya produksi kedelai bisa meningkat dibandingkan dengan kedelai impor.
(uka)
Lihat Juga :