Kementan Akan Lakukan Terobosan untuk Peningkatan Ekspor SBW
Jum'at, 28 Mei 2021 - 21:28 WIB
Baca juga Dorong Pangan Lokal Mendunia, Kementan Gandeng Jaringan Hotel Internasional
Upaya yang dilakukan ini guna mendukung prediksi adanya peningkatan komoditas SBW tahun depan. Mengingat, saat ini ada beberapa perusahaan yang tengah melakukan asesmen agar bisa melakukan ekspor SBW ke Negeri Tirai Bambu.
Dirjen PKH menjelaskan, negara sasaran ekspor komoditas sarang burung walet asal Jawa Timur adalah China dan non-China. Rinciannya 80 persen China, sisanya 20 persen ke non-China.
Berdasarkan penelitian, sarang burung walet sangat diminati di luar negeri karena memiliki banyak kandungan yang sangat bagus untuk tumbuh kembang dan kecerdasan anak.
Nasrullah mengatakan, pihaknya akan segera merencanakan dan mengembangkan secara masif dengan standar kualitas konsumen. Seiring dengan itu akan membuat cetak biru kualitas sarang burung walet, salah satunya dengan memulai program super prioritas percepatan 1.000 desa walet.
Dia mencontohkan, mulai dari proses pencucian sebelum produksi. Karena tidak butuh banyak alat stainless, penggunaan KUR mereka bisa berkelompok, pencucian, terus masuk produksi. Sehingga masyarakat memiliki pendapatan. Terima barang dengan standar yang diinginkan.
"Tugas kami, budidaya dan produksi. Kami ingin membuat lebih besar dan masif dengan standar kualitas konsumen. Semua PR harus kami selesaikan, harus ada support agar sarang burung walet dapat menembus pasar dunia," ucapnya.
Di sisi lain, ujar Nasrullah, Kementan juga akan mengupayakan pengembangan unit usaha pembersihan dan pengolahan sarang walet (saat ini baru ada 78 Unit Usaha yang memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner/NKV) serta pendampingan peningkatan Level NKV serta menyusun SNI produk Sarang Burung Walet.
Upaya yang dilakukan ini guna mendukung prediksi adanya peningkatan komoditas SBW tahun depan. Mengingat, saat ini ada beberapa perusahaan yang tengah melakukan asesmen agar bisa melakukan ekspor SBW ke Negeri Tirai Bambu.
Dirjen PKH menjelaskan, negara sasaran ekspor komoditas sarang burung walet asal Jawa Timur adalah China dan non-China. Rinciannya 80 persen China, sisanya 20 persen ke non-China.
Berdasarkan penelitian, sarang burung walet sangat diminati di luar negeri karena memiliki banyak kandungan yang sangat bagus untuk tumbuh kembang dan kecerdasan anak.
Nasrullah mengatakan, pihaknya akan segera merencanakan dan mengembangkan secara masif dengan standar kualitas konsumen. Seiring dengan itu akan membuat cetak biru kualitas sarang burung walet, salah satunya dengan memulai program super prioritas percepatan 1.000 desa walet.
Dia mencontohkan, mulai dari proses pencucian sebelum produksi. Karena tidak butuh banyak alat stainless, penggunaan KUR mereka bisa berkelompok, pencucian, terus masuk produksi. Sehingga masyarakat memiliki pendapatan. Terima barang dengan standar yang diinginkan.
"Tugas kami, budidaya dan produksi. Kami ingin membuat lebih besar dan masif dengan standar kualitas konsumen. Semua PR harus kami selesaikan, harus ada support agar sarang burung walet dapat menembus pasar dunia," ucapnya.
Di sisi lain, ujar Nasrullah, Kementan juga akan mengupayakan pengembangan unit usaha pembersihan dan pengolahan sarang walet (saat ini baru ada 78 Unit Usaha yang memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner/NKV) serta pendampingan peningkatan Level NKV serta menyusun SNI produk Sarang Burung Walet.
Lihat Juga :