IHSG Terus Meroket, Awas Rawan Profit Taking
Senin, 07 Juni 2021 - 11:31 WIB
Penguatan IHSG yang signifikan pada sepekan terakhir akan rawan profit taking. Karena saat ini IHSG sudah berada di level-level psikologisnya, yakni di level 6.000-an. Foto/Dok
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sudah menguat cukup signifikan pada sepekan terakhir. Hal ini didorong dengan adanya sentimen global, terutama dari bursa Amerika Serikat (AS). Pada pagi ini tercatat, bursa saham Tanah Air berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan, Senin (7/6/2021). IHSG menguat 0,23% berada di level 6.079.
“Di Amerika kan ada pertumbuhan ketenagakerjaan yang tumbuh masih di bawah estimasi. Tentu ini meningkatkan harapan bahwa tidak akan ada atau setidaknya pengetatan kebijakan moneter itu akan dilakukan secara bertahap. Dalam artian, pengetatan belum akan dilakukan tahun ini dan baru akan terlaksana tahun depan,” kata Head of Research Henan Putihrai Sekuritas, Robertus Yanuar Hardy dalam acara Market Opening IDX Channel, Senin (7/6/2021).
Baca Juga: Ini Tiga Emiten MNC Group yang Jadi Primadona Bursa Saham
Akan tetapi, Robertus menilai, penguatan IHSG yang signifikan ini akan rawan profit taking . Karena saat ini IHSG sudah berada di level-level psikologisnya, yakni di level 6.000-an.
“Di Amerika kan ada pertumbuhan ketenagakerjaan yang tumbuh masih di bawah estimasi. Tentu ini meningkatkan harapan bahwa tidak akan ada atau setidaknya pengetatan kebijakan moneter itu akan dilakukan secara bertahap. Dalam artian, pengetatan belum akan dilakukan tahun ini dan baru akan terlaksana tahun depan,” kata Head of Research Henan Putihrai Sekuritas, Robertus Yanuar Hardy dalam acara Market Opening IDX Channel, Senin (7/6/2021).
Baca Juga: Ini Tiga Emiten MNC Group yang Jadi Primadona Bursa Saham
Akan tetapi, Robertus menilai, penguatan IHSG yang signifikan ini akan rawan profit taking . Karena saat ini IHSG sudah berada di level-level psikologisnya, yakni di level 6.000-an.
Lihat Juga :