Lebih Dari 15 Anchor Investor Ingin Masuk, BABP Sibuk Pilih Investor Strategis

Rabu, 09 Juni 2021 - 16:15 WIB
Investor yang memberikan nilai tambah, termasuk transfer teknologi, akan mempercepat pertumbuhan kinerja BABP ke depan. Selain itu, penambahan modal HMETD ini akan juga ditawarkan kepada publik. "Publik kan pemegang sahamnya banyak sekarang transaksi di bursa sangat aktif. Kalau ada rights issue pasti mereka subscribe," jelasnya.

BABP akan menjadi bank BUKU III setelah adanya penambahan modal melalui rights issue.

Diketahui, bank BUKU 3 merupakan bank dengan modal inti Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun. Saat ini, BABP berada di Buku II, bank dengan modal inti Rp1 triliun hingga Rp 5 triliun.

Seperti diketahui, anak perusahaan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) menyetujui rencana Penambahan Modal Perseroan Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Non HMETD) dan rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam RUPSLB hari ini.

Dana yang diperoleh dari dua aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan MNC Bank. Selain itu, memperluas kapasitas pinjaman MNC Bank dan akuisisi nasabah secara digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis, dan yang terpenting untuk mendukung pengembangan MotionBanking sebagai aplikasi perbankan digital paling terintegrasi, termasuk Pengembangan Credit Scoring berbasiskan AI dan pengintegrasian MotionPay serta kartu kredit virtual (Visa dan Mastercard) dan aplikasi fintech terkait lainnya yang dimiliki MNC Group maupun pihak eksternal. “Non HMETD dan HMETD diprioritaskan untuk investor strategis atau investor finansial kredibel yang dapat memberikan nilai tambah dalam pengembangan layanan perbankan digital MotionBanking," kata Presiden Direktur MNC Bank Mahdan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!