Tenang! Pasar Surat Utang Kita Masih Tahan Gempuran Global

Kamis, 10 Juni 2021 - 21:24 WIB
Selain itu, hasil riset Bahana TCW, menggambarkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga diprediksi akan stabil bahkan menguat ke depan. Penguatan rupiah akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing untuk masuk ke pasar keuangan Indonesia. Proyeksi penguatan rupiah ini berdasar pada fundamental perekonomian domestik yang masih terjaga, tecermin dari defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang menipis, inflasi yang terkendali, serta cadangan devisa yang mumpuni.

“Pemerintah mampu mengendalikan tingkat inflasi. Tercatat, inflasi tahunan periode Mei sebesar 1,68% masih sesuai dengan ekspektasi pasar. Bahana TCW pun memperkirakan tingkat inflasi akan berada di kisaran 2% hingga 2,5% hingga akhir tahun. Angka ini sangat aman karena berada di batas bawah target inflasi BI dan juga masih jauh di bawah bond yield yang berada di level 6,4%,” kata Budi Hikmat, Kamis (10/6/2021).

Faktor domestik lainnya seperti defisit neraca transaksi berjalan yang hingga saat ini lebih rendah dibanding pada saat menjelang taper tantrum 2013 yang merupakan saat-saat terjadi koreksi cukup dalam di pasar SBN. Selain itu, debt to GDP dalam persentase juga turun serta cadangan devisa sebesar USD 136,4 miliar dipandang masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas hingga akhir tahun.

Dengan demikian Bahana TCW memprediksikan pasar SBN akan mampu bertahan dari gempuran kondisi ekonomi global sehingga capital inflow ke pasar SBN masih akan terus terjadi secara gradual hingga akhir tahun.

Baca juga:Tips Fashion Beauty dan Grooming The F Thing di Promo HELLO SUMMER!
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!